Yen dan harga emas memang menjadi tempat investasi aman (safe haven) di kala situasi global tak menentu, seperti ancaman bom nuklir dari Korut tersebut. Pasar saham dunia akan kembali mengalami hari yang berat, karena uji coba bom nuklir tersebut.
Pada perdagangan Senin (3/9/2017) dolar AS turun menjadi 109,22 yen, dari sebelumnya 109,84 yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Korut meluncurkan uji coba senjata nuklir lewat bom hidrogen dengan rudal jarak jauh kemarin. Ini menjadi ancaman bagi Amerika Serikat (AS) beserta sekutunya.
Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, mengatakan Presiden Donald Trump meminta penjelasan soal opsi militer yang bisa digunakan AS menanggapi ancaman tersebut.
"Pasar saham turun setiap muncul eskalasi di Korea Utara, seperti yang sebelumnya terjadi. Banyak yang membeli yen, Swiss franc, hingga emas, dan menjual dolar Australia, tapi tidak dalam skala yang besar," kata analis, Sean Callow, dilansir dari Reuters, Senin (3/9/2017).
Harga emas disebut menyentuh tingkat tertingginya dalam 10 bulan terakhir, dan terakhir naik 0,9% ke US$ 1.335,90 per ounce.
Bursa saham Wall Street di AS sendiri pada pekan lalu berakhir positif, karena laporan lapangan pekerjaan memenuhi ekspektasi, dan prediksi akan adanya kenaikan suku bunga acuan lagi di tahun ini.
Dalam sepekan kemarin, indeks Dow Jones naik 0,18%, S&P 500 naik 0,2%, dan Nasdaq naik 0,1%. (wdl/wdl)











































