Kuartal I 2005, Nilai Investasi PMA Naik 90,41 Persen
Senin, 16 Mei 2005 12:15 WIB
Jakarta - BKPM mencatat jumlah penanaman modal asing (PMA) periode 1 Januari sampai 30 April atau kuartal I 2005, sebanyak 500 proyek dengan nilai investasi US$ 4,936 miliar. Nilai investasi ini naik 90,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 2,592 miliar.Total proyek pada periode ini meliputi proyek baru sebesar 449 proyek, proyek perluasan 114 dan alih status 51. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, jumlah proyek hanya 356 proyek. Demikian data yang dikeluarkan BKPM, Senin (16/5/2005).Investasi yang diminati investor asing terbesar di usaha perdagangan dan reparasi (194 proyek), jasa lainnya (68 proyek), industri logam, mesin dan elektronik (33 proyek), konstruksi (32 proyek) dan industri tekstil (31 proyek). Lokasi yang paling banyak diminati PMA adalah DKI Jakarta (229 proyek), Banten (26 proyek), Jawa Barat (82 proyek), Sumsel (3 proyek), dan Kalbar (2 proyek). Negara asal yang menonjol untuk pembiayaan PMA adalah Inggris (US$ 789 juta), Kanada (US$ 533 juta), Singapura (US$ 430,2 juta), Belanda (US$ 322,9 juta) dan Jepang (US$ 299,7 juta). Sementara untuk penanaman modal dalam negeri nilai investainya pada Januari sampai April 2005 justru mengalami penurunan menjadi Rp 5,898 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 8,543 triliun, atau turun 30,96 persen. Izin usaha tetap menjadi 73 proyek dibandingkan tahun sebelumnya 38 proyek.Investasi PMDN yang paling banyak terdapat di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Lampung. Proyek yang menonjol adalah industri tekstil, industri makanan, kimia farmasi, tanaman pangan dan perkebunan dan pertambangan.
(qom/)











































