Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini stagnan. Dolar AS berada di posisi Rp 13.336 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.337.
Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 20,673 poin (0,35%) ke level 5.809,306. Sedangkan Indeks LQ45 turun 5,221 poin (0,54%) ke level 965,930.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelang siang IHSG masih melemah. IHSG turun 14,984 poin (0,26%) ke 5.814,995. Indeks LQ45 melemah 3,526 (0,36%) ke 967,625.
Pelemahan IHSG diwarnai aksi jual investor asing. Siang ini, investor asing mencatat net sell sebesar Rp 1,22 triliun.
Aksi jual menyasar saham sektor keuangan yang melemah paling dalam siang ini mencapai 0,81%. Total, ada 7 sektor saham yang melemah. Sebanyak 135 saham menguat, 153 saham melemah dan 117 saham stagnan.
Posisi tertinggi IHSG terjadi di 5.829,580 dan terendah di 5.803,123. Perdagangan saham siang ini tergolong moderat dengan frekuensi perdagangan mencapai 163.537 kali transaksi sebanyak 6,9 miliar lembar saham senilai Rp 3,6 triliun.
Semalam pasar saham Wall Street berakhir negatif. Indeks Dow Jones melemah cukup dalam akibat sentimen nuklir Korea Utara.
Sedangkan bursa Eropa bergerak mixed seiring langkah investor mencermati perkembangan terkait isu nuklir tersebut. Bursa-bursa Asia kompak melemah akibat minim sentimen positif.
Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 18,62 poin (0,10%) ke level 19.367,18.
- Indeks Hang Seng berkurang 250,19 poin (0,90%) ke level 27.491,16.
- Indeks Komposit Shanghai turun 1,58 poin (0,05%) ke level 3.382,74.
- Indeks Straits Times terpangkas 17,37 poin (0,53%) ke level 3.233,89.
Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 350 ke Rp 50.650, Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 18.350, United Tractors (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 30.150 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 250 ke Rp 12.825. (dna/ang)











































