Follow detikFinance
Kamis 07 Sep 2017, 08:21 WIB

Ingin Perusahaan Anda Go Public, Ketahui Dulu Konsekuensinya

Danang Sugianto - detikFinance
Ingin Perusahaan Anda Go Public, Ketahui Dulu Konsekuensinya Foto: Ari Saputra
Jakarta - Banyak alasan perusahaan masuk ke pasar modal. Mulai dari murni mencari modal, sampai dengan hanya ingin mengubah citra dengan mendapatkan predikat Tbk di akhir nama perusahaan.

Namun menjadi go public melalui proses initial public offering (IPO) bukan perkara mudah. Banyak hal yang perlu diketahui para calon emiten untuk menjadi perusahaan go public.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, mengatakan secara garis besar pengertian go public adalah mengubah perusahaan dari tertutup menjadi terbuka.

"Tentunya ada hal yang mendasar yang harus dilakukan, yang paling mendasar misalnya tentunya mereka harus mengubah anggaran dasar mereka dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka," tuturnya kepada detikFinance, seperti ditulis Kamis (7/9/2017).

Perusahaan harus mengubah susunan laporan keuangan berdasarkan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK). Sebab laporan keuangan yang diterbitkan setiap triwulan akan diketahui oleh publik. Perusahaan juga harus terus menerbitkan keterbukaan informasi jika melakukan aksi korporasi apapun.

Dengan begitu, perusahaan harus menyiapkan tambahan pasukan dalam struktur organisasi. Perusahaan harus menyediakan posisi sekretaris perusahaan yang bertugas menangani urusan terkait pasar modal. Selain itu harus ada slot untuk direktur dan komisaris independen, serta komite audit.

"Mereka harus punya orang yang andal khusus pasar modal, misalnya mereka harus punya corporate secretary. Mereka harus punya direktur dan komisaris yang berstatus independen yang tidak berafiliasi dengan pemegang saham dan komite audit yang melakukan pengawasan internal untuk membantu komisaris dalam proses pengawasan," tambah Samsul.

Perusahaan juga harus meminta izin kepada para krediturnya jika memiliki kewajiban utang kepada pihak tertentu seperti perbankan. Sebab dengan menjadi perusahaan go public maka akan ada porsi pemegang saham publik, itu artinya ada tambah porsi pembagian dividen.

"Artinya sebagian uang keuntungan yang akan diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham. Itu harus diungkapkan sebelumnya kepada kreditur mereka," tuturnya.

Selain itu perusahaan juga harus mengetahui konsekuensi menjadi perusahaan go public. Aturan main yang harus diperhatikan menjadi bertambah, sebab emiten juga harus tunduk pada Undang-Undang Pasar Modal.

"Secara hukum yang dipatuhi bertambah. Kalau tadinya hanya tunduk pada Undang-Undang PT, sekarang bertambah jadi harus tunduk pada Undang-Undang Pasar Modal," tukasnya.

Terkahir, calon emiten harus memenuhi proses-proses administrasi. Ini penting agar mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau perusahaan berminat prosesnya tidak terlalu sulit juga tapi kuncinya mereka berminat atau tidak. Tapi resmi kita sampaikan untuk jadi perusahaan publik itu ada konsekuensinya," tandas Samsul. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed