Follow detikFinance
Kamis 07 Sep 2017, 11:26 WIB

Kelebihan Pasar Modal Sebagai Wadah Divestasi Saham Freeport

Danang Sugianto - detikFinance
Kelebihan Pasar Modal Sebagai Wadah Divestasi Saham Freeport Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - PT Freeport Indonesia telah sepakat untuk melakukan divestasi saham sebesar 51% yang diberikan ke pihak Indonesia. Namun pertanyaan selanjutnya bagaimana proses divestasi Freeport Indonesia itu dilakukan?

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menginginkan prosesnya bisa dilakukan di pasar modal, itu artinya Freeport Indonesia bisa menjadi perusahaan publik yang terbuka. Mekanisme melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pun memang menjadi salah satu pilihannya.

"Dalam peraturan ada beberapa pihak yang berhak mendapatkannya, mulai pemerintah pusat, pemerintah tingkat dua dan tiga, BUMN maupun BUMD. Nah salah satu lainnya mungkin ditegaskan dalam aturan bisa melalui IPO," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat kepada detikFinance di ruang kerjanya, Rabu (6/9/2017).

Menurut Samsul proses pengambil alihan sama Freeport Indonesia jauh lebih bagus melalui IPO ketimbang pembelian langsung. Ada beberapa alasan yang diutarakan, pertama masyarakat bisa ikut memantau proses akuisisi hingga valuasi saham Freeport Indonesia yang dimiliki pemerintah ataupun BUMN.

"Karena dengan begitu pemerintah akan disclosure atas perusahaan ini yang akan juga bisa dikontrol masyarakat banyak. Kepemilikan pemerintah di perusahaan tersebut tergambar di market. Misalnya pemerintah beli di harga berapa," imbuhnya.

Keuntungan lainnya, lanjut Samsul, masyarakat luas juga bisa memantau perubahan harga saham Freeport Indonesia setiap menitnya. Pemerintah juga akan lebih mudah ketika menghitung berapa nilai investasi yang ditanamkan di saham Freeport Indonesia.

Lalu jika pemerintah ingin melepas kepemilikannya di Freeport Indonesia, prosesnya bisa melalui secondary market. Penghitungan valuasi harga sahamnya juga jadi lebih mudah karena tercermin di pasar modal.

"Jadi bisa saja strategic dibeli pemerintah pusat atau pemda, tapi kan kalau dia tidak IPO pemegang saham mau melakukan apa harus melakukan valuasi dulu. Kalau IPO lebih gampang, misalnya pemerintah punya 20% tinggal dikalikan jumlah saham dengan harga saham pasarnya," tambah Samsul. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed