Follow detikFinance
Senin 11 Sep 2017, 12:09 WIB

Mengintip Prospek Bisnis RS Mitra Keluarga

Danang Sugianto - detikFinance
Mengintip Prospek Bisnis RS Mitra Keluarga Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Nama PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) tengah ramai diperbincangkan publik. Sebab, ada cerita pilu meninggalnya bayi Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Jika melihat kinerja dari emiten tersebut pada semester I-2017 memang kurang menggembirakan. MIKA tercatat memperoleh pendapatan sebesar Rp 1,23 triliun atau turun 2% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,26 triliun.

"Karena efek hari raya, di mana volume pasien turun namun nilai pendapatan rata-rata per pasien rawat inap dan rawat jalan masih menunjukkan peningkatan," kata Kepala Riset Reliance Securities Robertus Yanuar Hardy melalui keterangan tertulis kepada detikFinance, Senin (11/9/2017).


Laba bersih MIKA juga turun 5,5% dari semester I-2016 sebesar Rp 386 miliar menjadi Rp 365 miliar. EBITDA juga turun 3% menjadi Rp 461 milar dari Rp 476 miliar.

Sementara jumlah liabilitas MIKA naik dari posisi akhir 2016 sebesar Rp 539,7 miliar menjadi Rp 1,02 triliun.

Tahun ini MIKA berencana mengakuisisi PT Rumah Kasih Indonesia (RKI) yang merupakan pengelola 7 RS dan RSIA penyedia layanan JKN berkapasitas lebih dari 500 tempat tidur.

Kasih Group juga dimiliki oleh Jozef Darmawan Angkasa (Komisaris Utama MIKA), bersama dengan 2 orang saudara kandungnya yaitu Stanley Handiono Angkasa, dan Ronny Hadiana.

Proses akuisisi senilai Rp 342,6 miliar ini dijadwalkan selesai pada awal Oktober 2017, di mana MIKA akan menjadi pemilik 70% saham RKI.

Pada 2016 RKI memiliki pendapatan Rp 155 miliar, EBITDA Rp 20 miliar, serta pertumbuhan yang positif dalam 2 tahun terakhir. Sedangkan 30% saham sisanya masih akan dimiliki oleh Jozef Darmawan Angkasa bersaudara.


Saat ini MIKA juga sedang membangun 2 RS di Tangerang dan Bintaro yang masing-masing ditargetkan selesai pada kuartal I dan III 2018. Sementara saat ini MIKA memiliki 12 RS dengan kapasitas lebih dari 2.000 tempat tidur.

Kendati begitu, Robert menilai profitabilitas MIKA akan turun tahun ini. Hal itu sebagai imbas dari akuisisi RKI.

"Mekipun pendapatan berpotensi naik, namun kami melihat profitabilitas MIKA Group secara rata-rata keseluruhan akan turun pasca akuisisi, karena EBITDA Margin RKI sekarang ini hanya sebesar 12,9%, dibanding MIKA 37,3%. Kontribusi pendapatan RKI kepada MIKA diperkirakan hanya akan berkisar 5-6% tahun ini, yang ditargetkan oleh manajemen untuk naik hingga mencapai 10% dalam 3-5 tahun mendatang," tukasnya.

Robert melihat target price MIKA di level Rp 2.000 dengan posisi harga saham terakhir Rp 2.130. Dia menghitung saham MIKA saat ini diperdagangkan dengan price earning (PE) ratio 43x dan price to book (PB) value 9x.

"PE Ratio itu (sudah) mahal," tukasnya.

(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed