Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.160 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.200.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 6,305 poin (0,11%) ke level 5.863,424. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 1,593 poin (0,16%) ke level 978,057.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelang siang, IHSG makin perkasa. IHSG naik 17,634 poin (0,30%) ke 5.874,753. Indeks LQ45 naik 2,560 poin (0,26%) ke 979.024.
IHSG menyentuh level tertinggi hari ini di 5.877,163 dan terendah di 5.858,242. Transaksi yang terjadi siang ini cenderung moderat dengan frekuensi sebesar 178.997 kali transaksi sebanyak 3,9 miliar lembar saham senilai Rp 2,6 triliun.
Bersamaan dengan penguatan IHSG, 8 sektor saham menanjak. Penguatan paling signifikan dialami sektor konstruksi sebesar 1,20%. Aksi beli selektif dilakukan investor domestik. Aksi beli ini yang menahan IHSG di zona hijau. Sementara asing mencatat net sell Rp 169.602 miliar.
Bursa-bursa Asia siang ini kompak menguat. Investor mulai pulih dari kekhawatiran nuklir Korea Utara.
Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 266,86 poin (1,38%) ke level 19.541,68.
- Indeks Hang Seng bertambah 250,52 poin (0,91%) ke level 27.918,99.
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,52 poin (0,02%) ke level 3.365,76.
- Indeks Straits Times tumbuh 3,93 poin (0,12%) ke level 3.232,49.
Sementara saham-saham yang turn signifikan dan masuk jajaran top losers di antaranya adalah Matahari (LPPF) turun Rp 425 ke Rp 9.600, Mitrabara (MBAP) turun Rp 310 ke Rp 2.180, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 66.000 dan SiloamInternational (SILO) turun Rp 100 ke Rp 10.025. (dna/wdl)











































