Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.160 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.200.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 6,305 poin (0,11%) ke level 5.863,424. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 1,593 poin (0,16%) ke level 978,057.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelang siang, IHSG makin perkasa. IHSG naik 17,634 poin (0,30%) ke 5.874,753. Indeks LQ45 naik 2,560 poin (0,26%) ke 979.024.
Makin sore, IHSG makin kuat. IHSG naik 14,762 poin (0,25%) ke 5.871,881. Indeks LQ45 menguat 1,037 poin (0,11%) ke 977,501.
IHSG menyentuh level tertinggi hari ini di 5.883,951 dan terendah di 5.858,242. Transaksi yang terjadi siang ini cenderung moderat dengan frekuensi sebesar 324.772 kali transaksi sebanyak 6,7 miliar lembar saham senilai Rp 5,4 triliun.
Bersamaan dengan penguatan IHSG, 7 sektor saham menanjak. Penguatan paling signifikan dialami sektor konstruksi sebesar 1,41%. Aksi beli selektif dilakukan investor domestik. Aksi beli ini yang menahan IHSG di zona hijau. Sementara asing mencatat net sell Rp 615.167 miliar.
Bursa-bursa Asia sore ini kompak menguat. Investor mulai pulih dari kekhawatiran nuklir Korea Utara.
Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 270,95 poin (1,41%) ke level 19.545,77.
- Indeks Hang Seng bertambah 286,66 poin (1,04%) ke level 27.955,13.
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 11,18 poin (0,33%) ke level 3.376,42.
- Indeks Straits Times stagnan, berkurang 0,05 poin (0,00%) ke level 3.228,51.
Sementara saham-saham yang turun signifikan dan masuk jajaran top losers di antaranya adalah Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 1.525 ke Rp 6.275, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.150 ke Rp 7.050, Matahari (LPPF) turun Rp 350 ke Rp 9.675 dan Mitrabara (MBAP) turun Rp 310 ke Rp 2.180. (dna/dna)











































