Siapa Pimpin HM Sampoerna?
Rabu, 18 Mei 2005 10:08 WIB
Jakarta - PT HM Sampoerna tbk pada hari ini akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan salah satu agenda penting perombakan jajaran direksi dan komisaris. Siapa yang akan menggantikan Michael Joseph Sampoerna untuk memimpin perusahaan rokok terbesar ketiga di Indonesia ini?RUPSLB Sampoerna digelar mulai pukul 10.45 WIB, Rabu (18/5/2005) di Hotel Mid Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. RUPSLB ini menjadi sangat penting setelah Philip Morris Indonesia (PMI) merampungkan pembelian 40 persen saham milik Keluarga Sampoerna serta 60 persen sisanya milik publik melalui tender offer.PMI sebelumnya telah merampungkan transaksi pembelian 40 persen saham milik Keluarga Sampoerna dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,6 triliun. Sesuai ketentuan, PMI selanjutnya menggelar tender offer untuk membeli saham publik yang mencapai 60 persen. Total pembelian saham itu, dengan perkiraan seluruh saham publik berhasil dibeli, akan mencapai US$ 5,2 miliar atau sekitar Rp 48 triliun, yang menjadi transaksi korporasi terbesar Indonesia sepanjang tahun ini. Transaksi pembelian ini akan menjadi salah satu agenda penting lainnya dalam RUPSLB hari ini. Untuk perombakan direksi, Putera Sampoerna dipastikan akan menjadi penasihat khusus direksi meski tidak lagi memiliki saham. Sementara pengganti Michael Joseph Sampoerna sendiri masih cukup misterius. Namun nama yang sempat muncul dan menjadi kandidat kuat bos Sampoerna adalah Martin King, yang kini menjadi direktur pelaksana Philip Morris Cina. Jajaran direksi lainnya dikabarkan akan diganti dan diisi oleh orang-orang dari PMI. Namun kemungkinan direktur pelaksana yakni Angky Camaro akan tetap bertahan. Angky selama ini juga dikenal sebagai fasilitator saat memperkenalkan PMI kepada Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dan sejumlah pejabat penting lainnya. Martin King sebelumnya bergabung dengan Philip Morris di AS pada tahun 1995 dengan posisi supervisor pabrik di Richmond, Virginia. Selanjutnya pada tahun 1998, King diangkat menjadi direktur di Carolina Manufacturing Center. King yang jebolan Harvard University ini menduduki jabatan direktur pelaksana Philip Morris di Cina sejak April 2004.
(qom/)











































