Jelang Pengumuman Bunga Acuan BI, IHSG Cetak Rekor Intraday

Jelang Pengumuman Bunga Acuan BI, IHSG Cetak Rekor Intraday

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 22 Sep 2017 18:40 WIB
Jelang Pengumuman Bunga Acuan BI, IHSG Cetak Rekor Intraday
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini berbalik positif setelah sempat terjungkal di perdagangan sesi pertama. Bahkan, IHSG sempat menyentuh rekor baru secara intraday.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di posisi Rp 13.310 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.270.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun 1,348 poin (0,02%) ke level 5.905,225. Indeks LQ45 turun 0,341 poin (0,03%) ke level 983,073.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Jumat (22/9/2017), IHSG sempat naik tipis 0,969 poin (0,02%) ke level 5.907,542. Sementara itu Indeks LQ45 justru melemah 0,444 poin (0,05%) ke level 982,970.

Masuk ke sesi dua, laju IHSG masih dirundung sentimen negatif. IHSG menipis 1,899 poin (0,03%) ke 5.904,674. Indeks LQ45 melemah 1,273 poin (0,13%) ke 982,141.

Jelang sore, IHSG berbalik positif. IHSG naik 5,135 poin (0,09%) ke 5.911,708. Indeks LQ45 melemah tipis 0,058 poin (0,01%) ke 983,356.

Posisi tertinggi IHSG berada di angka 5.928,786 yang merupakan rekor tertinggi secara intraday. Sementara, posisi terendah di 5.883,566.

Pergerakan tipis IHSG diliputi pelemahan 9 sektor saham. Sektor tambang mengalami pelemahan paling dalam sebesar 1,59%. Sebanyak 155 saham menguat, 122 saham melemah dan 122 saham stagnan.

Laju IHSG sore ini tergolong ramai dengan frekuensi perdagangan sebesar 291.989 kali transaksi sebanyak 8,0 miliar lembar saham senilai Rp 7,5 triliun.

Tadi malam, The Fed mengumumkan menahan suku bunga acuan. Fed juga merilis proyeksi ekonomi terbaru yang pada intinya, 11 dari 16 pejabat Fed melihat kondisi yang sesuai terkait tingkat suku bunga The Fed. Suku bunga acuan bank sentral diproyeksikan berada di kisaran 1,25-1,50% pada akhir tahun 2017 atau 0,25 basis poin di atas level saat ini.

Investor juga sepertinya menanti keputusan Bank Indonesia (BI) terkait dengan 7 day repo rate yang akan dimumkan sore nanti.

Sementara itu, bursa-bursa Asia rata-rata bergerak melemah sore ini.

Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 menipis 51,031 poin (0,25%) ke level 20.296,45
  • Indeks Hang Seng turun 229,80 poin (0,82%) ke level 27.880,53.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 5,280 poin (0,16%) ke level 3.352,53.
  • Indeks Straits Times naik tipis 6,430 poin (0,20%) ke level 3.220,25.
Saham-saham yang naik tinggi dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 825 ke Rp 19.875, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 650 ke Rp 15.675, Pelat Timah Nusantara (NIKL) naik Rp 310 ke Rp 3.460 dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 250 ke Rp 3.950.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah United Tractors (UNTR) turun Rp 1.300 ke Rp 30.800, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 50.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 950 ke Rp 68.000 dan Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 950 ke Rp 68.000. (dna/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads