Follow detikFinance
Selasa 26 Sep 2017, 07:56 WIB

Trump dan Korut Memanas, Pasar Saham AS Lesu

Wahyu Daniel - detikFinance
Trump dan Korut Memanas, Pasar Saham AS Lesu Foto: Dok. Reuters
New York - Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) jatuh pada perdagangan Senin awal pekan. Penyebabnya, panasnya hubungan antara pemerintah AS dan Korea Utara (Korut). Sementara harga minyak dunia naik, mengikuti ancaman Turki untuk memblokade ekspor minyak suku Kurdi.

Dilansir dari AFP, Selasa (26/9/2017), Menteri Luar Negeri Korea Utara menuduh Presiden Donald Trump mendeklarasikan perang melawan Korut. Pemerintah Korut yang berpusat di Pyongyang menyatakan siap untuk mempertahankan diri dengan menembak jatuh bomber AS.

Meningkatnya tensi AS dan Korut membuat saham perusahaan teknologi di AS, yang sangat positif di tahun ini, menjadi jatuh. Saham Apple, Amazon, Microsoft, serta induk usaha Google, yaitu Alphabet, jatuh 1% lebih.

Saham Apple turun 0,88%. Menurut sejumlah analis, ini karena kekecewaan pelaku pasar terhadap iPhone terbaru yang diluncurkan. Tidak ada yang istimewa dari produk tersebut.

Sementara itu, saham perusahaan migas dan turunannya, seperti ExxonMobil, Halliburton, dan Schlumberger, naik 1%. Karena Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengancam akan memblokade ekspor minyak dari wilayah Kurdi, karena masalah referendum kemerdekaan.

Pada perdagangan Senin (25/9/2017), indeks Dow Jones turun 0,2% ke 22.206,09. Indeks S&P 500 turun 0,2% ke 2.496,66. Sedangkan indeks Nasdaq turun 0,9% ke 6.370,59.

Saham Facebook turun 4,5% setelah, CEO-nya, Mark Zuckerberg, berencana menjual 75 juta saham Facebook untuk kegiatan filantropi. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed