Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Sep 2017 15:59 WIB

Rugi Induk 7-Eleven Bengkak Jadi Rp 642 Miliar

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto-detikFinance Foto: Danang Sugianto-detikFinance
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Jakarta - Kinerja keuangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) semakin terpuruk setelah bisnis 7-Eleven berakhir di Indonesia. Kerugian dari induk usaha PT Modern Sevel Indonesia (MSI) itu semakin membengkak.

Menurut laporan keuangan MDRn semester I-2017 yang dilansir dari keterbukaan informasi, Rabu (27/9/2017), perseroan menderita kerugian bersih sebesar Rp 642 miliar. Kerugian tersebut membengkak 1.147% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 51,48 miliar.

Penjualan MDRN juga merosot jauh dari Rp 455,27 miliar di semester I-2016 menjadi Rp 196,2 miliar. Meskipun beban pokok penjualan perseroan menurun dari Rp 300 miliar menjadi Rp 140,6 miliar.


Total aset perseroan juga kian menyusut, dari Rp 1,98 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp 1,46 triliun di akhir Juni 2017. Total aset lancar MDRN turun dari Rp 336,6 miliar menjadi Rp 205,28 miliar. Sedangkan total aset tidak lancar turun dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 1,26 triliun.

Total liabilitas perseroan juga meningkat dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,4 triliun. Total liabilitas itu tersediri dari liabilitas jangka panjang sebesar Rp 292,18 miliar dan liabilitas jangka pendek sebesar Rp 1,18 triliun. (ang/ang)
FOKUS BERITA 7-Eleven Tutup
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com