Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Sep 2017 18:16 WIB

Merasa Dirugikan, Investor Minta OJK Tindak Tegas Inovisi

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus pencatatan saham PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), dianggap tidak menyelesaikan masalah. Sebab tidak ada kejelasan atas nasib investor yang investasinya nyangkut di saham tersebut.

Menurut Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Seluruh Indonesia (MISSI) Sanusi, seharusnya ada tindakan tegas dari otoritas pasar modal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab jika tidak maka tidak menutup kemungkinan akan ada kejadian serupa di masa mendatang.

"Bursa dan OJK tidak pernah mau membuat peraturan bagaimana saham setelah delisting. Sementara nasib investor tidak jelas," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Rabu (27/9/2017).

Untuk kasus INVS, Sanusi memandang manajemen memang perlu diberikan tindakan. Sebab suspensi saham INVS juga bermula ketika BEI menemukan banyak angka yang disajikan terkesan mencurigakan.

"Waktu investor belikan laporan keuangannya bagus. Tapi ternyata laporan keuangannya salah. Banyak investor yang nyangkut. Harusnya ada sanksi apakah pidana atau perdata," imbuhnya.

Laporan keuangan memang menjadi dasar utama pertimbangan para pelaku pasar berinvestasi di sebuah saham. Tentunya jika angka dari laporan keuangannya tidak benar, maka investor bisa terjebak.

"Sekarang kita minta perlindungan ke siapa? Kalau kasus seperti ini tidak ditindak lanjuti, yang lain bisa ikutan," tukasnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com