Namun sepertinya penyerapan obligasi negara tanpa warkat tersebut ternyata tidak sesuai dengan target indikatif yang ditetap pemerintah sebesar Rp 20 triliun. Berdasarkan survei para agen penjual ORI014 hanya bisa terjual Rp 13,4 triliun.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko, Robert Pakpahan mengakui. memang rendahnya penyerapan ORI014 disebabkan karena tingkat kupon bunga yang ditetapkan cukup rendah yakni sebesar 5,85%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penerbitan ORI014 sendiri pemerintah telah menunjuk 18 bank yakni Panin Bank, BRI, BCA, DBS, Citi Bank CIMB Niaga, Bank Mega, BNI, Bank Mandiri, Danamon, Standard Charted, OCBC NISP, Commonwealth Bank, ANZ, Permata Bank, HCBC, Maybank dan BTN, serta 1 perusahaan sekuritas yakni Trimegah Sekuritas.
Menurut Robert pemerintah tidak masalah dengan hasil survei tersebut. Sebab pemerintah masih memiliki ruang untuk menerbitkan surat utang lainnya.
"Realisasinya memang segitu, target kami Rp 20 triliun. Penyesuaian ini masih gampang, karena SUN masih ada 4 kali, lelang SBN masih ada 4 kali, jadi masih ada 8 kali lagi. Tetapi kami mengharap kalau dapat Rp 13,4 triliun sudah bagus, kalau bisa upsize sedikit juga bagus," tambahnya.
Survei penyerapan ORI014 juga lebih rendah dibanding dengan ORI013 yang laku hingga Rp 19,848 triliun. ORI013 sendiri ditawarkan dengan kupon bunga 6,6%. (mkj/mkj)











































