Taksi Express Jual 14,5 Ha Lahan Demi Lunasi Utang Rp 500 M ke BCA

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 06 Okt 2017 15:14 WIB
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Selain melakukan perampingan karyawan, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) juga berencana mengurangi beban utangnya dengan menjual aset-aset yang tidak terpakai dengan total luas 14,5 hektar (ha).

CEO Express Transindo Utama, Benny Setiawan mengatakan, pihaknya saat ini sudah menyelesaikan penjualan aset berupa lahan kosong tak terpakai (idle) di Daan Mogot seluas 4 ha. Sayangnya dia mengaku belum bisa menyebutkan berapa nilai hasil penjualan aset tersebut.

"Tapi yang jelas itu aset yang tidak produktif. Tadinya itu mau dijadikan pool, tapi tidak terpakai. Jadi kalau bisa kita jual saja. Dapat uangnya untuk kurangi utang, bayar bunganya. Beban utang akan lebih ringan, sehingga cash flow bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif," tuturnya di Kantor Pusat Express Group, Jakarta, Jumat (5/10/2017).

Utang yang dimaksudnya merupakan pinjaman yang berasal dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang awal nilai pinjamannya sekitar Rp 500 miliar.

Menurut laporan keuangan perseroan semester I-2017 total utang Express kepada BCA saat ini sudah berjumlah Rp 454,9 miliar. Utang itu terdiri dari Rp 25,2 miliar yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan jangka panjang sebesar Rp 429,7 miliar.

Express juga akan menjual aset idle di Cibubur seluas 9,3 ha dan 1,2 ha di pinggir jalan kota Kranggan. Secara berkala aset itu akan dijual untuk mengurangi utang perseroan kepada BCA.

"Jatuh temponya masih panjang, tapi harus prudent. Utang ini kan bunganya jalan terus, sementara aset tidak produktif, sayang. Sebagian juga untuk reparasi kendaraan," tukasnya.

Selain itu perseroan juga memiliki utang obligasi sebesar Rp 994,3 miliar. Obligasi yang diterbitkan pada 2014 itu akan jatuh tempo pada 2019.

Sekadar informasi, pada semester I-2017 Express masih merugi sebesar Rp 133,113 miliar. Kerugian tersebut bertambah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 42,898 miliar.

Express juga hanya berhasil membukukan pendapatan Rp 158,73 miliar sepanjang paruh pertama tahun ini. Padahal di periode yang sama 2016 perusahaan berhasil mengantongi pendapatan Rp 374,06 miliar. (dna/dna)