Lewat United Tractor
Astra Minat Bisnis Infrastruktur
Kamis, 26 Mei 2005 14:34 WIB
Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) berniat menjajaki bisnis infrastruktur yang ditawarkan pemerintah. Rencananya, Astra akan memasuki bisnis ini melalui anak perusahaannya yakni PT United Tractor Tbk. Hal tersebut diutarakan Presdir Astra International Michael Dharmawan Ruslim usai RUPS Astra yang berlangsung di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (26/5/2005).Michael menambahkan, proyek infrastruktur yang akan dimasuki adalah yang sesuai dengan kemampuan dan bisnis Astra maupun akan perusahaannya. Namun Michael belum bersedia menyebutkannya. "Semua proyek infrastruktur seperti jalan tol, listrik, telekomunikasi, pelabuhan dan bandara kita lihat dulu dan belum ada yang diputuskan," ujarnya.Yang jelas, tambah Michael, masuknya Astra ke proyek infrastruktur diharapkan tidak hanya memberi keuntungan ke Astra tapi juga membantu menggeliatkan ekonomi negara. Astra juga akan menggandeng beberapa pihak untuk pembangunan proyek infrastruktur tersebut. Sementara Direktur Astra International yang juga Dirut Astra Honda Motor, Tossin Himawan mengatakan, Astra akan melakukan peningkatan produksi mobil Toyota dari semula 70 ribu unit per tahun menjadi 130 ribu per tahun. Peningkatan produk tersebut tidak dilakukan dengan cara membangun pabrik baru, karena pabrik yang ada saat ini dinilai masih mencukupi. Selain itu, Astra juga akan meningkatkan produksi kendaraan roda dua dari 2 juta unit sampai 3 juta unit per tahun. Untuk memenuhinya, Astra Honda Motor telah meresmikan pabrik baru yang diharap mampu memroduksi dalam jumlah yang ditargetkan. Untuk proyeksi laba bersih tahun 2005, Michael mengatakan, besar kemungkinan laba bersih tahun ini melebihi pendapatan tahun 2004 yang mencapai Rp 5,4 triliun. "Kelihatannya bisa lebih dari itu, tapi kita tidak boleh memberikan proyeksi," tegas Michael.
(qom/)











































