Follow detikFinance
Kamis 19 Oct 2017, 16:06 WIB

Bukit Asam Jajaki Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Bukit Asam Jajaki Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Foto: Pool/Agus Trimukti.
Jakarta - PT Bukit Asam (Persero) Tbk akan mengembangkan energi terbarukan dalam lini bisnisnya yang selama ini mengandalkan energi batu bara. Ini sebagai antisipasi batu bara sebagai energi fosil yang terus berkurang jumlahnya dalam waktu ke depan.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, pihaknya sudah mempelajari rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lahan-lahan tambang perusahaan. Tenaga surya dipilih lantaran modal lahan dan lokasi yang dimiliki oleh PTBA saat ini mendukung untuk merealisasikan rencana tersebut.

"Saat ini kita sudah mempelajari dan akan membangun PLTS di lokasi pasca tambang kita di daerah Obilin dan Tanjung Enim. Ini potensi karena pemerintah sendiri punya target bauran energi 23% di 2025," ujar Arviyan dalam jumpa pers di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Dia bilang, PTBA, memiliki keunggulan besar karena sudah lebih dulu memiliki lahan yang sangat luas. Untuk pembangunan PLTS, dibutuhkan setidaknya 1-2 hektare (ha) lahan setiap 1 megawatt.

"Kita sebagai perusahaan tambang, punya lahan sangat banyak. Baik di Obilin maupun di Enim. Untuk Obilin, kita mau manfaatkan lahan belasan ribu hektar, setelah kita survei, memang tidak semua lahan bisa dibangun PLTS. Tapi kita berharap paling tidak ada 100 MW bisa didapat di daerah Obilin. Saya sudah kirim surat ke PLN untuk bilang mau bangun PLTS di Obilin," terang Arviyan.

Rencana ini kata dia sudah serius dijajaki perusahaan, dan tengah menunggu hasil pembicaraan lebih lanjut dengan PLN. Pasalnya PLN juga harus mengharmonisasikan rencana PTBA tersebut dengan RUPTL PLN termasuk soal potensi dan biaya investasinya.

Saat ini PTBA sedang menggenjot produksi batu baranya di tengah harga batu bara yang tengah membaik. Tahun ini Perseroan menargetkan produksi batu bara sebesar 21,92 juta ton atau naik 9,9% dari tahun sebelumnya sebesar 19,95 juta ton.

"Harga batu bara naik adalah kesempatan buat kita. Dan benar, dengan adanya kesempatan harga yang baik, selain menambah keuntungan Bukit Asam, juga menambah setoran dividen ke pemerintah dan kesempatan kita lakukan ekspansi dan tranformasi usaha. Karena cepat atau lambat batu bara akan habis," tandas Arviyan. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed