Agus Martowardojo Segera Selesaikan Fit & Proper Test

Agus Martowardojo Segera Selesaikan Fit & Proper Test

- detikFinance
Kamis, 26 Mei 2005 20:04 WIB
Jakarta - Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo akan menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepantasan (fit and proper test) Bank Indonesia pekan ini, sehingga Agus bisa efektif sebagai Dirut. Tentang mekanisme fit and proper test, diserahkan pada kebijaksanaan bank sentral."Fit and proper test itu bisa dalam bentuk intervieu secara fisik, tapi bisa juga tidak. Kita serahkan saja ke BI," kata Agus Martowardojo usai RUPS Bank Permata di kantor Bank Permata, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (26/5/2005). RUPS itu menyetujui pengunduran diri Agus.Menurut Agus, belum dilakukannya fit and proper test terhadap dirinya, lebih karena masalah administrasi.Seperti diketahui, Komisi XI DPR RI menolak melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direksi Bank Mandiri, karena Agus Martowardojo belum dilakukan fit and proper test, sehingga penugasannya di Bank Mandiri belum efektif.Soal PermataMengenai terpilihnya Dirut Standard Chartered Bank Stewart D Hall menjadi Dirut Bank Permata, menurutnya adalah pilihan yang sangat tepat. Apalagi, lanjutnya, Stewart telah memiliki pengalaman sebelumnya dalam mengelola bank di Indonesia.Agus menilai, dalam waktu lima tahun ke depan, Bank Permata akan menjadi bank terbaik di Indonesia. Sebab, perseroan memiliki pemegang saham, manajemen dan karyawan yang baik. "Saya tahu persis Bank Permata sangat siap dengan kinerjanya," kata Agus.Sementara itu, Stewart mengatakan, saat ini Bank Permata menargetkan menjadi bank yang fokus dalam struktur API (Arsitektur Perbankan Indonesia). Namun, tidak tertutup kemungkinan jika kondisinya memungkinkan, Bank Permata akan melakukan akuisisi atau merger.Stewart juga menilai, dipilihnya dirinya menjadi dirut, karena pemegang saham melihat kepantasan dan keprofesionalan. "Pemegang saham juga melihat, saya punya pengalaman yang cukup baik untuk menangani bank," tandasnya.Dalam RUPS tadi, disetujui perseroan tidak membagikan dividen, di mana laba bersih tahun 2004 yang seluruhnya mencapai Rp 622,716 miliar seluruhnya akan digunakan sebagai laba di tahan dalam rangka memperkuat permodalan. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads