Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah. Dolar AS berada di posisi Rp 13.514 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.517.
Membuka perdagangan awal pekan, Senin (23/10/2017), IHSG naik tipis 16,606 poin (0,28%) ke level 5.946,155. Sementara Indeks LQ45 juga menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menutup perdagangan sesi pertama siang ini, IHSG tampak makin perkasa. IHSG naik 23,118 poin (0,39%) ke 5.952,667. Indeks LQ45 naik 4.874 poin (0,50%) ke 989,048.
Posisi tertinggi IHSG tercatat di 5.965,987 dan terendah di 5.945,329. Perdagangan saham terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan 197.699 kali transaksi sebanyak 4,9 miliar lembar saham senilai 2,9 triliun.
Siang ini, investor asing mencatat beli bersih mencapai Rp 247,28 miliar.
Laju IHSG diwarnai penguatan 8 sektor saham. Sektor tambang naik paling signifikan mencapai 0,99%. Sebanyak 141 saham menguat, 162 saham melemah, dan 125 saham stagnan.
Pasar saham Wall Street akhir pekan lalu kembali cetak rekor. Indeks Dow Jones naik 0,7% ditutup ke level tertinggi baru 23.328,6 didukung sentimen positif rencana reformasi pajak AS.
Bursa-bursa Asia siang ini diperdagangkan cukup positif. Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menanjak 253,229 poin (1,18%) ke level 21.710,869.
- Indeks Hang Seng berkurang 194,760 poin (0,68%) ke level 28.292,480.
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,710 poin (0,08%) ke level 3.381,360.
- Indeks Straits Times menguat 6,920 poin (0,21%) ke level 3.347,650.
Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, United Tractors (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 42.500, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 275 ke Rp 59.275, Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 250 ke Rp 6.650 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 175 ke Rp 6.925. (dna/ang)











































