Dirjen PPR Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, mengatakan alasan penjualannya tidak sesuai target karena masalah bunga atau kupon yang dianggap rendah.
"Ini memang enggak sebesar target Rp 13 triliun yang awal, kami juga sadari kemungkinan karena masih sesuaikan dengan tingkat bunga yang rendah," kata Robert, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkat kupon ORI014 ini sebesar 5,85% per tahun, yang akan dibayarkan setiap bulannya di tanggal 15. Pertama kali kupon dibayarkan pada 15 November 2017. Total volume pemesanan ORI014 ini jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan penerbitan yang sebelumnya.
Meski demikian, Robert memastikan pembiayaan hingga akhir 2017 tidak perlu dikhawatirkan lantaran pemerintah masih memiliki banyak opsi.
"Kami tidak khawatir karena kami kan banyak opsi-opsi di dalam lelang-lelang kita, bahkan 2 lelang terakhir pun sebenarnya kami sudah realisasikan melampaui target kami. Lelang kami minggu lalu kan targetnya Rp 17 triliun kami ambil Rp 22 triliun, sebelumnya juga sudah lebih," ungkap dia.
Lanjut Robert menjelaskan, dengan kupon yang rendah ini terdapat peningkatan jumlah pembelian di level Rp 5 juta hingga Rp 100 juta.
"Ada yang buat kami gembira karena pemesan di level Rp 5 juta-Rp 100 juta tuh meningkat, porsinya lebih dari 40%, jadi level keritelan dari penerbitan ORI kali ini sukses lah," tukas dia. (wdl/wdl)











































