IHSG Menguat 7,134 Poin
Jumat, 27 Mei 2005 16:47 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (27/5/2005) naik 7,134 poin pada level 1061,495. Kenaikan indeks dimotori oleh saham Astra dan sektor pertambangan. Indeks LQ 45 naik 1,648 poin pada level 231,029, JII naik 1,764 poin pada level 171,627, MBX naik 1,513 poin pada level 284,504 dan DBX 3,311 poin pada level 238,256.Perdagangan di pasar reguler mencapai transaksi sebanyak 12.759 kali pada volume 2.075.813 lot saham senilai Rp 805,506 miliar. Sebanyak 87 saham naik, 27 saham turun dan 245 saham stagnan.Saham yang naik harganya di top gainer adalah Astra Internasional naik Rp 350 jadi Rp 11.350, International Nickel Corporation naik Rp 250 jadi Rp 1.390, United Tractor naik Rp 75 jadi Rp 3.225, PT Timah naik Rp 50 jadi Rp 2.275, Aneka Tambang naik Rp 50 jadi Rp 2.300, Energi Mega Persada naik Rp 20 jadi Rp 660, Bumi Resources naik Rp 10 jadi Rp 780.Sedangkan saham yang turun harganya di top loser adalah Gudang Garam turun Rp 650 jadi Rp 1.3450, HM Sampoerna turun Rp 150 jadi Rp 8.200, Astra Graphia turun Rp 65 jadi Rp 345, BCA turun Rp 25 jadi Rp 3.275 dan Bank Lippo turun Rp 10 jadi Rp 970.Kenaikan indeks disponsori saham Astra yang pada Kamis kemarin mengumumkan pembagian dividen sebesar 28 persen. Saham-saham pertambangan juga turut menyumbang karena naiknya harga minyak dunia. Saham RokokSementara itu, saham-saham rokok seperti Gudang Garam dan HM Sampoerna mengalami tekanan yang tinggi sehubungan dengan harga jual eceran (HJE) yang akan dinaikkan mulai 1 Juli 2005. Menurut analis, penurunan saham rokok terjadi kerena kenaikan harga jual rokok ini bisa menurunkan margin perseroan kalau jumlah perokoknya bisa berkurang dan pindah ke rokok-rokok murah.Penurunan saham rokok ini hanya bersifat sementara karena kenaikan HJE sebesar 15-20 persen tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
(mar/)











































