Peringatan Darmin itu didasarkan data perdagangan lain yang justru berbanding terbalik dengan laju IHSG.
Sementara IHSG merangkak naik hingga cetak rekor, laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru bergerak lesu. Dolar AS bahkan telah tembus Rp 13.600.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari data perdagangan reuters, pada pukul 15.00 WIB, Kamis (26/10/2017), dolar AS berada di posisi Rp 13.600.
Posisi tertinggi sempat tercatat di Rp 13.627/US$ dan terendah di 13.554/US$.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ada kondisi ekonomi yang perlu diantisipasi agar penguatan IHSG bisa berlanjut dan tidak berbalik negatif.
"(Laju IHSG dan Rupiah yang berbeda arah) Itu berarti apa? Global tidak terlalu searah. Dia cukup ada risiko," jelasnya. (dna/ang)











































