IHSG Tembus 6.000 Rupiah Malah Anjlok, Ini Penyebabnya

IHSG Tembus 6.000 Rupiah Malah Anjlok, Ini Penyebabnya

Hans Henricus BS Aron, Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 27 Okt 2017 18:18 WIB
IHSG Tembus 6.000 Rupiah Malah Anjlok, Ini Penyebabnya
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang negeri Paman Sam tersebut menembus level Rp 13.645 siang ini. Pada saat bersamaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru tetap melaju positif menembus 6.000.

Apa penyebabnya?

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, menjelaskan kondisi tersebut menunjukkan hal yang positif. Di mana biasanya terjadi ketika investor asing kabur, investor lokal juga tinggalkan pasar dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sebetulnya hal yang sangat positif. Biasanya kan domestik ikut asing. Asing jual domestik jual, asing beli domestik beli. Sekarang enggak," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (27/10/2017).

Menurut David, langkah investor lokal cenderung dipengaruhi oleh laporan keuangan perusahaan besar yang positif. "Banyak laporan keuangan yang baru keluar dengan hasil bagus, jadi mereka yakin. Makanya pas asing keluar, mereka masuk," jelasnya


Sementara itu untuk investor asing terpengaruh oleh pemilihan Gubernur Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada November 2017, sebelum kunjungan ke Asia.

Ada beberapa nama yang muncul, yaitu Janet Yellen, Kevin Warsh, Jerome Powell dan John Taylor. Investor kata David cukup khawatir ketika yang terpilih adalah Taylor, seiring dengan besarnya dukungan senator terhadap sosok tersebut.

"Taylor sempat keluarkan formula, bahwa fed fund rate harusnya dua kali lebih kuat dari sekarang. Jadi kalau dia menang berarti akan ada kenaikan yang agresif," jelas David.

David memperkirakan, spekulasi dari investor masih akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan sampai ada kepastian dari Trump. "Sampai awal November spekulasi itu masih akan terjadi," pungkasnya. (mkj/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads