Laba Bersih Bank Mandiri Triwulan I 2005 Anjlok
Senin, 30 Mei 2005 20:19 WIB
Jakarta - Kasus kredit macet yang menimpa Bank Mandiri berimbas pada kinerja perusahaan. PT Bank Mandiri Tbk mengalami penurunan laba bersih pada triwulan I 2005 hingga 70,2 persen menjadi Rp 519 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun 2004 yakni Rp 1,7 triliun.Sedangkan pendapatan bunga bersih pada triwulan I 2005 juga turun 8,1 persen, menjadi Rp 2,370 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 2,580 triliun.Demikian penjelasan tertulis dari Wakil Dirut Bank Mandiri Wayan Agus Mertayasa yang diterima detikcom, Senin (30/5/2005) .Bank Mandiri yang sedang dirundung kasus kredit macet menjelaskan, turunnya laba bersih karena adanya penyesuaian kolektibilitas Bank Mandiri kepada hasil pemeriksaan Bank Indonesia per September 2004 yang disepakati pada exit meeting 6 Mei 2005, yang menetapkan bahwa non performing loan (NPL) Bank Bank Mandiri per 30 September 2004 sebesar 19,25 persen.Di samping itu, menurut Wayan, dilakukan penyesuaian kolektibilitas untuk mengikuti Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 7/2/PBI/2005 tentang kualitas aktiva produktif.Kedua hal tersebut mengharuskan penambahan biaya cadangan atau provisi yang memberikan pengaruh pada laba rugi per triwulan 1 2005. Bank Mandiri juga pada tri wulan I 2005 mencatat kredit korporasi dan komersial sebesar Rp 11,2 triliun atau penurunan kolektibilitas dimana sebagian besar kredit tersebut merupakan kredit restrukturisasi.Penurunan kolektibilitas tersebut meningkatkan NPL menjadi 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, 8,4 persen.Total kredit per 31 Maret 2005 naik 29,9 persen menjadi 99,585 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 76,652 triliun. Dana pihak ketiga juga mengalami penurunan 0,6 persen menjadi Rp 171,016 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 172,018 triliun.Pada triwulan I 2005 Bank Mandiri melakukan pencadangan hingga Rp 763 miliar, naik 214 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 243 miliar. CAR untuk resiko kredit sebesar 26,6 persen. CAR untuk kredit dan pasar 25,8 persen.Wayan mengatakan, saat ini Bank Mandiri sedang menghadapi tantangan di masa mendatang. Untuk itu manajemen tetapkan kondisi jangka pendek, yaitu menyelesaikan masalah NPL dan melakukan konsolidasi corporate banking, memperbaiki citra perusahaan, meningkatkan penerapan good corporate governancc dan memperkuat capabilitas melanjutkan pengembangan bisnis pada segmen yang telah ditetapkan dan meningkatkan efisiensi operasional.
(mar/)











































