Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 13:56 WIB

Supaya Saham Anak BUMN Tak Anjlok, Beri Diskon 20%

Danang Sugianto - detikFinance
Supaya Saham Anak BUMN Tak Anjlok, Beri Diskon 20% Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Anak usaha BUMN tengah didorong untuk meraup dana dari pasar modal dengan melakukan initial public offering (IPO). Namun ternyata beberapa anak BUMN yang telah melakukan IPO harga sahamnya justru anjlok.

Menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, hal itu lantaran harga saham penawaran yang dipatok terlalu tinggi. Penetapan rentang harga bawah IPO BUMN merupakan nilai wajarnya, seharusnya nilai wajarnya berada di tengah dalam rentang harga penawaran.

Dia menyarankan agar harga penawaran ditetapkan 20% di bawah harga wajar saham anak BUMN tersebut. Sehingga ada ruang bagi investor ritel untuk mendulang kenaikan harga.

"Advice underwriter, satu lihat maksimum price lalu potong 20% untuk kepentingan investor. Jangan maksimum price malah ditambah," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Menurutnya manajemen tidak perlu ambil untung saat pertama kali mencatatkan sahamnya. Sebab manajemen bisa mengambil untung ketika menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias right issue.

"Nih IPO maksimum price potong dong diskon 20% kasih investor untung, nanti rights issue baru ambil untung. Jangan maksimum price malah ditambah. Saya mensarankan IPO maksimum price potong 20% kasih keutungan investor," tegasnya.

Salah satu contoh, saham PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) justru terus turun. Bahkan pada saat pencatatan saham GMFI langsung turun 7,5% dari harga penawaran Rp 340 menjadi Rp 370.

Tito juga menyarankan agar anak BUMN melakukan IPO tidak menunggu kondisi pasar modal prima. Sebab dengan anak BUMN masuk ke pasar modal justru akan menguatkan pasar modal.

"Coba tolong BUMN jangan berpendapat kalau pasar bagus baru privatisasi, sebaliknya kalau privatisasi pasar jadi bagus. Itu di dunia begitu, salah satu tujuan IPO BUMN selain memperkuat industri adalah memperkuat pasar modal lokal," tandasnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed