Sementara nilai tukar rupiah terpantau melemah sore ini. Dolar AS berada di posisi Rp 13.558 dibanding posisi akhir pekan lalu di Rp 13.524.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 1,078 poin (0,02%) ke level 6.020,750 gara-gara tekanan jual investor asing. Pemodal domestik berhasil membawa IHSG naik tipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berlanjut ke sesi dua, IHSG masih menguat namun jatuh ke zona merah jelang penutupan. IHSG berkurang tipis 0,372 poin (0,01%) ke 6.021,456. Indeks LQ45 berkurang 0,191 poin (0,02%) ke 1.000,95.
Posisi tertinggi IHSG sore ini tercatat di 6.045,486 dan terendah di 6.016,987. Laju perdagangan saham sore ini terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 337.875 kali transaksi sebanyak 14,9 miliar lembar saham senilai Rp 7,6 triliun.
Enam indeks sektoral di lantai bursa Jatuh ke zona merah. Indeks sektor infrastruktur jatuh paling dalam sebesar 0,62%. Sebanyak 141 saham menguat, 168 saham melemah dan 146 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia rata-rata bergerak negatif sore ini. Hanya pasar saham China dan Hong Kong yang masih bertahan menguat.
Berikut situasi bursa-bursa Asia hingga sore ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 300,43 poin (1,32%) ke level 22.380,99.
- Indeks Hang Seng menguat 61,26 poin (0,21%) ke level 29.182,18.
- Indeks Komposit Shanghai naik 15,17 poin (0,44%) ke level 3.447,84.
- Indeks Straits Times menipis 0,97 poin (0,03%) ke level 3.419,13.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 20.325, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 525 ke Rp 20.975, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 325 ke Rp 6.375 dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 175 ke Rp 20.475. (dna/ang)











































