Penundaan SPA yang Lama Bisa Hancurkan Bursa Berjangka
Rabu, 01 Jun 2005 14:31 WIB
Jakarta - Penundaan sistem perdagangan alternatif (SPA) di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dalam waktu lama, diyakini bisa menghancurkan BBJ. Sebab, dengan penundaan itu kerugian yang mesti ditanggung mencapai minimal Rp 720 juta per hari."SPA ini sudah disiapkan sejak lama. BBJ menyediakan gerbong supaya semua penumpang sampai tujuan.Tapi keputusan apakah lokomotifnya bisa jalan tetap di tangan Beppebti. Kalau penundaan berlangsung lama maka bisa berdampak menghancurkan," kata Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud.Menurutnya, dengan belum turunnya izin SPA, maka yang paling dirugikan adalah investor yang seolah-olah ditelantarkan. Diakuinya, untuk pembuatan SPA ini BBJ hanya berjalan selama empat bulan. Walaupun belum sempurna, namun sistem SPA-nya sudah siap. "Kalau menunggu sempurna itu lama sekali, sehingga menurut saya lebih baik berjalan dulu dengan apa yang ada," ujarnya.Dijelaskan Hasan Zein, jika rata-rata transaksi di keuangan mencapai 6.000 lot per hari dikalikan dua (bid and offer) dikalikan minimum fee transaksi Rp 60.000, maka kerugian yang dialami bisa mencapai minimal Rp 720 juta. "Itu baru hitung-hitungan kasar," tandasnya.Hingga saat ini anggota bursa yang sudah menyatakan keikutsertaannya dalam SPA ada 15 anggota bursa berjangka. Dengan jumlah sebesar itu sebenaranya sudah lebih dari cukup, karena yang diperlukan adalah jumlah pedagang yang lebih banyak dari pada pialangnya.Hasan Zein berharap Bappebti bisa segera mengeluarkan izin SPA, karena untuk pelayanan publik tersebut BBJ harus mengeluarkan dana Rp 600 juta per bulan.SPA ini pada dasarnya adalah penyediaan fasilitas dengan sistem online untuk perdagangan melalui BBJ. Sebab selama ini perdagangan keuangan yang memberikan kontribusi 90 persen atas pendapatan BBJ selalu dilakukan di luar bursa dengan program pelaporan tansaksi luar bursa (PPLTB).Nantinya SPA ini hanya boleh dilakukan untuk subjek komoditi yang memiliki referensi harga yang terpercaya, yang bisa diakses umum secara terus-menerus. Dengan demikian peluang manipulasi harga bisa dihilangkan. SPA juga memisahkan secara total fungsi pedagang dari fungsi pialang, sehingga pialang dipicu untuk mencari legitimasi bisnisnya melalui pelayanan terbaik bagi nasabah.Hasan Zein juga menjelaskan, SPA mensyaratkan transparansi harga dan melarang metode request for quota yang selama ini dipraktekkan pada commision houses yang menjamin perlakuan adil dan setara pada semua nasabah. "Transaksi SPA yang dilakukan secara online nantinya juga bisa mengarah kepada perdagangan remote trading," tukas Dirut BBJ.
(san/)











































