RUPS PGN Setujui Pembagian Dividen Final Rp 229,68 Miliar

RUPS PGN Setujui Pembagian Dividen Final Rp 229,68 Miliar

- detikFinance
Rabu, 01 Jun 2005 18:48 WIB
Jakarta - Pemegang saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyetujui pembagian dividen final sebesar 50 persen dari laba bersih tahun 2004 yang mencapai Rp 474,338 miliar. Sisa dividen yang akan dibayarkan pada 30 Juni 2005 sebesar Rp 229,68 miliar atau Rp 52 per saham. Sebelumnya pada 30 Desember 2004, perusahaan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 7,486 miliar atau Rp 1,709 per saham.Demikian diungkapkan oleh Dirut PGN WMP Simandjuntak usai rapat umum pemegang saham (RUPS) yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (1/6/2005).Sisa laba bersih lainnya sebesar 10 persen atau Rp 47,433 miliar sebagai cadangan umum, sebesar 1,5 persen atau Rp 7,115 miliar untuk dana program kemitraan dan bina lingkungan, sisanya Rp 182,620 miliar sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan perseroan.Untuk tahun 2005, perseroan menargetkan kenaikan laba bersih 20-25 persen dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 474,338 miliar. Laba bersih tahun 2004 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 509,481 miliar karena adanya rugi selisih kurs.Menurut Simandjuntak, saat ini ancaman rugi kurs transflasi masih terus ada jika rupiah terus melemah. "Makanya jika tidak ada rugi kurs tahun 2005, laba bersih bisa naik 20-25 persen," ujarnya.Dikatakannya, rugi kurs transflasi akibat adanya utang-utang jangka panjang yang berdenominasi dalam mata uang asing. Perseroan sudah meminta agar neraca keuangannya dibuat dalam mata uang dolar untuk menghindari rugi kurs. Namun hingga saat ini usulan itu belum disetujui pemerintah.Mengenai rencana penerbitan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun yang hingga kini masih ditunda, menurutnya, perseroan tetap akan menerbitkannya jika kondisi pasar sudah membaik. "Saat ini pasar masih melemah, kalau kita terbitkan investor minta imbal hasil (yield) tinggi. Jadi untuk sementara kita lihat dulu respons pasar," ujarnya.PGN, katanya, masih memiliki dana yang cukup untuk pembayaran permulaan dan transmisi proyek-proyek. Simandjuntak menjelaskan, PGN telah menandatangani perjanjian kontrak jual beli gas dengan perusahaan asal AS Amarada Hess untuk membeli gas dari lapangan Jambi Merang sebesar 120 juta kaki kubik per hari. Selanjutnya PGN sedang melakukan pembicaraan yang akan diikuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk pembelian gas di lapangan Pangkah sebelah barat Provinsi Jatim sebesar 80-100 juta kaki kubik per hari, juga dengan Amarada Hess. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads