Penguatan indeks tidak terlepas dari kebijakan BI yang mempertahankan suku bunga 7DaysRR di level 4.25%, hal ini menunjukkan BI tidak terlalu khawatir mengenai kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, BI juga memperkirakan inflasi hingga akhir tahun stabil dikisaran 3%-3.5% dan Inflasi November dikisaran 0.14%.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp 1.06 triliun. Nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 0.06% ke level Rp 13,531.
Sementara itu, indeks utama AS ditutup dalam zona merah pada akhir pekan kemarin (17/11). Indeks Dow Jones turun 0.42% ke level 23,358.24, S&P melemah 0.26% ke level 2,578.85, dan Nasdaq tertekan 0.15% ke level
6,782.79.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari pasar komoditas, harga minyak mentah naik signifikan 2.56% ke level USD 56.55 perbarel. Pada 30 November anggota OPEC akan mengadakan pertemuan terkait pemangkasan produksi, dimana pelaku pasar optimis pertemuan tersebut akan mengahasilkan kesepakatan yang positif.
IHSG Secara teknikal sudah menyentuh level resistance classic di level 6,082 dan sempat break all time high pada harga tertinggi Jumat (17/11). RSI, Stochastic bergerak netral dan MACD histogram masih bergerak ke arah positif dengan volume turun.
Hari ini IHSG diperkirakan masih berpeluang menguat dengan pergerakan di kisaran level 6,025-6,085. (dna/dna)











































