Follow detikFinance
Senin 20 Nov 2017, 18:52 WIB

Nusantara Infrastructure Diminta Ungkap Perusahaan Pengendalinya

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Nusantara Infrastructure Diminta Ungkap Perusahaan Pengendalinya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta manajemen PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) untuk mengungkapkan siapa yang menjadi pemegang saham pengendalinya saat ini. Jika tidak, suspensi terhadap sahamnya tidak akan dicabut.

Beberapa waktu yang lalu ada transaksi saham META di pasar negoisasi yang mencapai 66 miliar lembar saham dengan nilai Rp 1,8 triliun.

Lalu akhirnya perseroan menjelaskan bahwa PT Matahari Kapital Indonesia (MKI) membeli sebanyak 6,6 miliar saham setara 43% dari Eagle Infrastructure Fund Limited (EI) dan PT Hijau Makmur Sejahtera (HMS).

Ternyata pemegang saham dari MKI adalah PT Annisa Kapital dan PT Almanda Kapital dengan komposisi masing-masing 51% dan 49%. Kedua perusahaan tersebut dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh M. Ramdani Basri yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama META sendiri.

Namun akhir META secara jelas memiliki pemegang saham pengendali yang baru yakni PT Metro Pacific Tollways Indonesia (MTPI). Anak usaha dari Metro Pacific Tollways Corp (MPTC), sebuah perusahaan investasi infrastruktur asal Filipina yang terhubung dengan Grup Salim itu menyatakan, telah membeli 6,6 miliar lembar saham META atau setara 42,25%yang dimiliki oleh MKI.

MPTI sendiri sebelumnya telah memiliki saham di META sekitar 4,83%. Dengan akuisisi tersebut maka kini MPTI mengempit saham META sebanyak 47,08%.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio meminta manajemen META segera menjawab siapa pemegang saham pengendali saat ini. Sebab jika ada perubahaan maka perseroan wajib melakukan penawaran pembelian saham kembali kepada pemegang saham lainnya. (tender offer).

"Tolong manajemen jawab, posisi bursa clear. Manajemen menjawab, itu saja," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Menurut Tito pemegang saham pengendali jelas mereka yang memiliki saham paling besar. Untuk saat ini tentu MPTI yang mengempit saham META sebanyak 47,08%.

"Siapa saham pengendalinya, tapi kalau yang jawab pengendalinya yang punya 1,5% saya akan pertanyakan. Buat saya pengendalinya yang punya 47,08%," tegasnya.

BEI sendiri sudah memanggil manajemen META untuk menjelaskan hal itu. Namun hingga kini belum ada jawaban dari manajemen META.

"Saya minta jawaban tertulis hitam putih, jawab apakah benar Anda confirm pengendali atau tidak. Itu belum dijawab," tukasnya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed