Pergerakan IHSG tertahan salah satunya dari revisi Bank Indonesia yang memperkirakan inflasi November sebesar 0.18% lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 0.14%.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 48.8 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi 0.01% ke level Rp 13,529. Global Market Sementara itu, indeks utama AS ditutup dalam teritori positif pada perdagangan semalam (20/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar menguat terhadap euro pasca gagalnya upaya Kanselir Jerman Angela Merkel membentuk pemerintahan koalisi tiga arah. Sebuah koalisi tersebut tidak dapat dibentuk dikarenakan mundurnya Partai Demokrat Liberal.
Selain itu penguatan Dollar juga direspon positif bagi obligasi AS bertenor pendek yang menjadikan imbal hasil lebih tinggi, yang kemudian menekan harga emas turun -1.34% ke level USD 1,276.86 pertroy ounce akibat Investor mengalihkan dananya ke aset yang lebih menguntungkan seperti saham dan obligasi.
IHSG menguji resistance classic di level 6,092 serta all time high ke level 6,098, kemudian kembali bergerak di area inside bar candle.
RSI, Stochastic bergerak bullish dan MACD histogram bergerak ke arah positif serta volume meningkat tipis. IHSG hari ini kami perkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat di kisaran 5,995-6,100. (dna/dna)











































