Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.504 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.525.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik 11,634 poin (0,12%) ke level 6.081,419. Aksi beli menahan IHSG di zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG turun 6,952 poin (0,11%) ke 6.062,833. Aksi beli investor asing sempat menahan IHSG supaya tidak jatuh terlalu dalam.
Aksi jual terjadi di saham-saham sektor pertambangan, konsumer, dan finansial. Saham-saham lapis dua masih ada yang bisa menguat.
Menutup perdagangan, Kamis (23/11/2017), IHSG melemah 6,540 poin (0,11%) ke level 6.063,245. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,326 poin (0,03%) ke level 1.015,909.
Investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 775,27 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 312.637 kali dengan volume 14,428 miliar lembar saham senilai Rp 6,551 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 195 turun, dan 137 saham stagnan.
Bursa-bursa regional pagi ini rata-rata melemah, hanya pasar saham Jepang yang bisa menguat. Sentimen negatif ini turut menyeret IHSG ke teritori negatif.
Berikut situasi bursa-bursa Asia hingga siang ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 106,67 poin (0,48%) ke level 22.523,15.
- Indeks Hang Seng turun 295,55 poin (0,99%) ke level 29.707,94.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 78,55 poin (2,29%) ke level 3.351,92.
- Indeks Straits Times berkurang 11,07 poin (0,32%) ke level 3.418,95.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tamarin (TAMU) turun Rp 390 ke Rp 3.550, Bayan (BYAN) turun Rp 275 ke Rp 10.500, Anabatic (ATIC) turun Rp 210 ke Rp 660, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 175 ke Rp 19.825. (ang/dna)










































