Bush Tetapkan Anggota Kongres AS Jadi Ketua Bapepam AS

Bush Tetapkan Anggota Kongres AS Jadi Ketua Bapepam AS

- detikFinance
Jumat, 03 Jun 2005 10:37 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush, yang notabene dari Partai Republik, akhirnya memilih anggota Kongres AS dari Partai Republik, Christopher Cox menjadi Ketua Bapepam AS atau Security Exchange Commission (SEC).Chris Cox hanya tinggal menunggu persetujuan dari Senat AS untuk menduduki posisi yang ditinggalkan oleh William Donaldson.Donaldson pada Rabu 1 Juni 2005 waktu setempat mengumumkan pengunduran dirinya per 30 Juni 2005, setelah mendapat sejumlah kecaman karena mengeluarkan terlalu banyak aturan yang membatasi.Donaldson yang merupakan kawan lama dari Keluarga Bush mengaku dirinya akan beralih ke sektor swasta dan menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarganya. Masa jabatan Donaldson mestinya baru habis pada tahun 2007.Jabatan sebagai Ketua Bapepam AS telah diduduki Donaldson selama 2 tahun lebih. Ia menggantikan Harvey Pitt pada Februari 2003. Harvey Pitt sebelumnya juga mendapat kritikan tajam karena dinilai terlalu lemah dalam menangani sejumlah skandal korporasi raksasa seperti Enron dan Worldcom.Donaldson telah memimpin langkah untuk menunjuk penasihat hedge fund untuk pertama kalinya dan memperketat pengawasan pasar modal AS. Ia juga memperkuat kontrol keuangan seperti diinginkan UU Sarbane-Oxley tahun 2002. UU inilah yang paling dikeluhkan para pebisnis. Beberapa kelompok termasuk Kamar Dagang AS menuduh pembuat kebijakan Wall Street berlebihan.Namun bagaimana pun, Bush tetap memuji Donaldson yang dinilai memimpin pasar modal AS pada masa-masa sulit pascaserentetan skandal korporasi. Bush menilai, Donaldson telah membantu memulihkan kepercayaan publik pada perusahaan AS."Bill Donaldson mengerjakan pekerjaan yang sulit di masa-masa sulit. Dan dia telah mempersembahkannya untuk masyarakat AS," puji Bush seperti dilansirAFP, Jumat (3/6/2005).Chris Cox (52) merupakan seorang Republikan yang setia dan juga mantan anggota Komisi Jasa Keuangan House of Representatives. Cox akan mendapat pekerjaan rumah yang cukup berat, yakni membuat aturan untuk menghadapi maraknya skandal korporasi di AS. "Chris Cox adalah orang yang tepat untuk mengerjakan tugas yang penting itu," tegas Bush.Chris Cox juga dinilai ramah terhadap lingkungan bisnis. Namun ia juga merupakan salah satu penyokong UU Sarbanes-Oxley, yang merupakan sebuah aturan baru yang drastis untuk memperketat aturan korporasi dan telah disahkan oleh Senat AS setelah terkuaknya skandal Enron.Namun Cox berjanji, dirinya akan menjunjung tinggi usaha yang telah ditempuh pendahulunya dalam menegakkan aturan di pasar modal AS, dan juga kebebasan aliran dana AS. "Saya akan membantu menciptakan kemakmuran terbesar dalam sejarah manusia," janjinya."Musuh alami dari perekonomian yang menakjubkan ini adalah penipuan dan kesepakatan yang tidak adil," tegas Cox. Ia menambahkan, Kongres dan Kabinet Bush telah melakukan sejumlah langkah untuk memperkuat hukum dan melindungi investor di pasar saham AS."Dalam beberapa tahun ke depan, Chris Cox akan secara giat menegakkan aturan dan hukum yang menjamin kejujuran, transparansi di pasar kami dan juga kepada perusahaan-perusahaan," imbuh Bush.Cox merupakan lulusan Harvard dan pernah menjadi penasihat Presiden Ronald Reagen pada tahun 1986 hingga 1988. Ia meninggalkan Gedung Putih untuk melanjutkan karirnya sebagai anggota Kongres AS. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads