Follow detikFinance
Jumat 24 Nov 2017, 14:18 WIB

Berstatus Pailit, DAJK Berpotensi Didepak dari Bursa

Danang Sugianto - detikFinance
Berstatus Pailit, DAJK Berpotensi Didepak dari Bursa Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah menerima pengajuan pembatalan perjanjian damai oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kepada debiturnya PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK). Dengan begitu DAJK dinyatakan pailit.

Menanggapi pemberitaan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun langsung menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham DAJK sejak sesi I perdagangan kemarin di seluruh pasar.

Penjatuhan suspensi itu hanya berupa peringatan awal, sebab jika benar perusahaan pailit maka BEI akan menghapus saham DAJK dari pasar modal alias delisting. Sebab dengan status pailit maka tidak ada keberlangsungan usaha perseroan.

"Secara teori memang kalau pailit secara hukum ya delisting," tuturnya kepada detikFinance melalui pesan tertulis, Jumat (24/11/2017).

Sebelumnya, Presiden Direktur DAJK Dimas Andri Rindianto Erdian sudah angkat bicara. Dirinya menegaskan bahwa manajemen akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

"Kami selaku manajemen masih akan terus berusaha untuk mempertahankan Dwi Aneka Jaya Kemasindo. Saat ini kami akan melakukan proses kasasi terkait putusan pengadilan itu," tuturnya dilansir keterbukaan informasi.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi perseroan hingga kuartal III-2017, DAJK diketahui memiliki utang terhadap beberapa perbankan yang jumlahnya mencapai Rp 870,17 miliar. Utang perbankan tersebut masuk dalam liabilitas jangka panjang perseroan yang mencapai Rp 913,3 miliar.

Utang bank tersebut terbagi dalam beberapa perbankan. Terhadapt Standard Chartered Bank sebesar Rp 262,4 miliar, PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 414,26 miliar, Bank Commenwealth Rp 50,4 miliar, Citibank N.A Rp 26,6 miliar, Bank Danamon Rp 9,9 miliar.

Selain itu ada pula pembiayaan murabahah dari PT Bank BRI Syariah dengan sub jumlah sebesar Rp 106,4 miliar. DAJK juga memiliki kewajiban sewa pembiayaan Rp 28,14 miliar dan lembaga keuangan Rp 96 juta.

Sementara jumlah aset perseroan hingga akhir September 2017 sebesar Rp 1,3 triliun. Angka itu sudah turun jika dibandingkan jumlah aset pada akhir Desember 2016 sebesar Rp 1,5 triliun. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed