Follow detikFinance
Jumat 24 Nov 2017, 20:14 WIB

RI Punya Holding BUMN, di Negara Tetangga Ada Temasek dan Khazanah

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
RI Punya Holding BUMN, di Negara Tetangga Ada Temasek dan Khazanah Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah merampungkan pembentukan holding BUMN pertambangan. Pembentukan holding tersebut diperkirakan selesai 29 November 2017 mendatang.

Pembentukan holding BUMN tambang dilakukan dengan mengalihkan saham milik pemerintah di tiga BUMN tambang ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) sebagai induk holding. Adapun ketiga BUMN tambang tersebut, antara lain PT Timah (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, pada hari ini atau awla pekan depan, Menteri BUMN Rini Soemarno akan menandatangani akta inbreng saham pemerintah di tiga BUMN tambang ke Inalum.

Selanjutnya, pada 29 November 2017 mendatang, ketiga BUMN tambang berstatus Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Mata acara dalam RUPSLB akhir November ini adalah persetujuan perubahan anggaran dasar perseroan terkait perubahan status dari persero menjadi non-persero. Dengan demikian, saham pemerintah di ketiga BUMN tambang tersebut dialihkan ke Inalum.

"Itu (pembentukan holding) kalau terjadinya di akta inbreng apakah hari ini atau Senin. Tapi (holding) itu diminta persetujuan RUPS," kata Harry di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (24/11/2017).

Pembentukan holding BUMN sebelumnya juga dilakukan terhadap PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di 2014. PTPN III menjadi induk holding PTPN I, PTPN II, PTPN IV s.d. PTPN XIV.

Menengok lagi ke belakang, pembentukan holding juga dilakukan pada BUMN semen dengan induknya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pada 20 Desember 2012 perseroan berperan sebagai strategic holding company dan mengubah namanya dari PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Semen Indonesia membawahi Semen Padang, Semen Gresik, dan Semen Tonasa.

Lebih jauh, pembentukan holding dilakukan pada BUMN pupuk. PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi induk holding ditandai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 28 tanggal 7 Agustus 1997 yang menunjuk PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai induk perusahaan (Holding Company).

Berbeda dengan pengelolaan holding BUMN di Indonesia dengan Malaysia dan Singapura. BUMN Malaysia, Khazanah dan BUMN Singapura, Temasek dikontrol langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) tanpa di bawah lembaga negara.

Sedangkan, BUMN di Indonesia tetap memiliki CEO serta jajaran direksi lainnya dan bertanggung jawab kepada Menteri BUMN Rini Soemarno. Tidak berhenti di situ, Menteri BUMN juga diwajibkan melakukan komunikasi dengan DPR juga Presiden.

"Malaysia enggak ada Kementerian BUMN tapi CEO yang tanggung jawab ke PM. Kalau Temasek itu dipimpin CEO global. Tapi untuk keputusan strategis langsung ke PM," kata Managing Director LPM FEB UI, Toto Pranoto 2015 silam dalam diskusi BUMN di Hotel Borobudur, Jakarta.

Mengutip laman resmi Temasek, holding BUMN Singapura dibentuk 1974 dengan jumlah aset US$ 275 miliar per Maret 2017.

Temasek bergerak di beberapa sektor, antara lain jasa keuangan, telekomunikasi, media dan teknologi, transportasi dan industri, konsumer dan real estat, pertanian, energi dan sumber daya alam.

Masih di negara seberang, Malaysia memiliki holding BUMN dengan nama Khazanah Nasional Berhad (Khazanah). Khazanah resmi terbentuk pada 3 September 1993 sebagai perusahaan terbatas.

Mengutip website resmi Khazanah, ada beberapa perusahaan di bawahnya, antara lain Axiata Group Berhad, CIMB Group Holdings Berhad, Tenaga Nasional Berhad, Telekom Malaysia Berhad, Malaysia Airports Holdings Berhad, IHH Healthcare Berhad, dan UEM Sunrise Berhad.

Sama dengan BUMN di Indonesia, Khazanah juga bertugas memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Khazanah dikomandoi oleh jajaran direksi yang berasal dari pemerintah dan swasta dengan berbagai latar belakang. Jajaran direksi bertanggung jawab terhadap kinerja Khazanah. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed