Follow detikFinance
Senin 27 Nov 2017, 15:48 WIB

Suspensi Dicabut, Saham META Tetap Diawasi BEI

Danang Sugianto - detikFinance
Suspensi Dicabut, Saham META Tetap Diawasi BEI Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini telah membuka kembali perdagangan saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Saham tersebut mulai hari ini pun sudah bisa diperdagangkan kembali.

"Bursa memutuskan untuk melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan efek META di pasar reguler dan tunai terhitung sejak sesi I," kata
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterbukaan informasi, Senin (27/11/2017).

Kendati begitu, BEI menyarankan agar pihak-pihak yang berkepentingan terhadap efek META memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan khususnya terkait dengan pemegang saham pengendali perseroan.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan, pihaknya mencabut suspensi lantaran manajemen META sudah menjawab pertanyaan BEI bahwa, pemegang saham mayoritas META saat ini tidak menjadi pemegang saham pengendali (PSP).

"Iya kita sudah terima penjelasannya, makanya kita buka," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta.

Beberapa waktu yang lalu ada transaksi saham META di pasar negoisasi yang mencapai 66 juta lembar saham dengan nilai Rp 1,8 triliun.

Lalu akhirnya perseroan menjelaskan bahwa PT Matahari Kapital Indonesia (MKI) membeli sebanyak 6,6 miliar saham setara 43% dari Eagle Infrastructure Fund Limited (EI) dan PT Hijau Makmur Sejahtera (HMS).

Ternyata pemegang saham dari MKI adalah PT Annisa Kapital dan PT Almanda Kapital dengan komposisi masing-masing 51% dan 49%. Kedua perusahaan tersebut dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh M. Ramdani Basri yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama META sendiri.

Namun akhir META secara jelas memiliki pemegang saham pengendali yang baru yakni PT Metro Pacific Tollways Indonesia (MTPI). Anak usaha dari Metro Pacific Tollways Corp (MPTC), sebuah perusahaan investasi infrastruktur asal Filipina yang terhubung dengan Grup Salim itu menyatakan, telah membeli 6,6 miliar lembar saham META atau setara 42,25%yang dimiliki oleh MKI.

MPTI sendiri sebelumnya telah memiliki saham di META sekitar 4,83%. Dengan akuisisi tersebut maka kini MPTI mengempit saham META sebanyak 47,08%. Itulah mengapa BEI menjatuhkan suspensi pada 8 November 2017 kemarin untuk mengetahui apakah ada pengendali yang baru.

Meski begitu, BEI menyatakan akan terus mengawasi manajemen META. Jika saja pemegang saham paling banyak itu mengendalikan organisasi META maka akan dijatuhkan sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau tidak benar ya maka aturan main yang ada akan berlaku," tegasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed