Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Nov 2017 18:40 WIB

Target Selanjutnya Holding BUMN Tambang: Saham Freeport

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Istimewa/Puspa Perwitasari Foto: Istimewa/Puspa Perwitasari
Jakarta - Holding BUMN tambang telah resmi terbentuk. PT Timah (Persero) Tbk (TINS), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ATNM) dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menjadi anggota, sementara PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum).

Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, setelah bergabung, nantinya nilai aset holding BUMN tambang akan bernilai Rp 88 triliun. Hal itu berkat konsolidasi nilai aset terhadap keempat anggota holding BUMN tambang tersebut.

"Pertama Inalum akan konsolidasi berempat. Jadi otomatis aset dari Rp 21 triliun meningkat menjadi Rp 88 triliun," tuturnya usai acara konfrensi pers holding BUMN tambang di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/11/2017).


Namun disamping mengkonsolidasikan nilai aset, tujuan terbentuknya holding BUMN tambang juga bertujuan untuk mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia.

Budi pun mengakui, saat ini pihaknya sudah perjanjian kerahasiaan (Non Disclosure Agreement) dengan Freeport Indonesia. Namun karena perjanjiannya bersifat kerahasiaan dia mengaku tidak bisa membeberkan bagaimana progres rencana pembelian divestasi saham Freeport Indonesia.

"Dengan perusahaan di Papua itu kami sudah tandatangan Non Disclosure Agreement. Jadi enggak boleh ngomong. Tapi progresnya bagus. Mudah-mudahan saudara kita tambah jadi 5," tandasnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed