Direktur Utama PTPP, Tumiyana menjelaskan selama periode 9 bulan 2017, perseroan membukukan arus kas operasi negatif atau minus Rp 1,5 triliun. Meski begitu angka tersebut lebih rendah dari posisi arus kas operasi pada kuartal II-2017 sebesar minus Rp 2,1 triliun.
Menurutnya, hal itu menunjukan bahwa perseroan mampu mencetak arus kas operasi yang positif selama periode Juli-September 2017. Sementara kondisi di semester pertama merupakan siklus bisnis konstruksi yang normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumiyana yakin pada semester II tahun ini arus kas akan positif seiring meningkatkan penyerapan anggaran dari proyek pemerintah maupun pengeluaran belanja modal BUMN. Perseroan menargetkan arus kas operasi positif di akhir tahun sebesar Rp 1,7 triliun, naik dibanding tahun lalu sebesar Rp 986 miliar.
Dia juga menjelaskan, PTPP memiliki total utang berbunga (interest bearing debt) sebesar Rp 8,2 triliun pada akhir September 2017. Dibandingkan dengan total kas dan setara kas termasuk investasi jangka pendek sebesar Rp 6,4 triliun. Adapun total ekuitas sebesar Rp 12,5 triliun dan total aset sebesar Rp 35,3 triliun.
Total utang berbunga perseroan, kata Tumiyana, masih di bawah 1 kali. Adapun rasio gearing dan net gearing masing-masing sebesar 0,66 kali dan 0,15 kali per 30 September 2017.
Sementara, EBITDA perseroan hingga kuartal III-2017 sebesar Rp 1,8 triliun, naik 45% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,2 triliun. Sementara rasio Debt to EBITDA sebesar 3,13 kali dan Net Debt to EBITDA sebesar 0,7 kali. Sementara rasio EBITDA interest coverage sebesar 7,53 kali per September 2017, naik dibanding periode sebelumnya di posisi 6,38 kali.
(mkj/mkj)











































