Cuaca Ekstrem di China Hingga The Fed Pengaruhi Laju IHSG

Cuaca Ekstrem di China Hingga The Fed Pengaruhi Laju IHSG

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 13 Des 2017 19:20 WIB
Cuaca Ekstrem di China Hingga The Fed Pengaruhi Laju IHSG
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat 22,233 poin atau 0,37% ke level 6.054. Anehnya penguatan terjadi secara tiba-tiba setelah jeda sesi II.

IHSG pada sesi I memang sempat menguat, namun sekitar 10.30 waktu JATS IHSG terus berada di zona merah. IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 6.020.

Menurut Analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih, penguatan IHSG hari ini dipengaruhi beberapa hal, seperti kondisi cuaca di China yang diperkirakan mampu meningkatkan permintaan batu bara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini khusus batu bara, cuaca dingin luar biasa di China membuat permintaan meningkat. Begitu juga ada bencana di New Castle," tutunya kepada detikFinance, Rabu (13/12/2017).

Tidak hanya itu, penguatan harga minyak juga diperkirakan menjadi penyebab terdongkraknya IHSG.

Sementara, penantian pengumuman suku bunga acuan The Fed di Amerika Serikat (AS) juga ikut mempengaruhi. Sebab banyak yang memprediksikan suku bunga The Fed akan meningkat.

Meski hal itu tidak bagus bagi nilai tukar, namun menurut Al Fatih hal itu berdampak positif bagi beberapa perusahaan yang berorientasi ekspor.

"Rupiah melemah karena dolar menguat kan, jadi pihak ekspor yang diuntungkan," tandasnya. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads