Jumlah Emiten Banyak, Tapi Penarikan Dana Tak Sampai Rp 10 Triliun

Jumlah Emiten Banyak, Tapi Penarikan Dana Tak Sampai Rp 10 Triliun

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 18 Des 2017 14:09 WIB
Jumlah Emiten Banyak, Tapi Penarikan Dana Tak Sampai Rp 10 Triliun
Foto: Dok. RTI
Jakarta - Pasar modal di Indonesia tahun ini terbilang subur dari sisi jumlah saham. Tercatat hingga hari ini sudah ada 34 emiten baru yang melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, hingga akhir tahun masih ada 3 emiten baru lagi yang akan mencatatkan sahamnya. Sehingga total emiten baru tahun ini bisa mencapai 37 emiten.

"Jadi ini bisa melebih target tahun ini," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samsul mengatakan, hingga hari ini sebanyak 34 emiten total dana diraih dari hasil IPO mencapai Rp 8,7 triliun. Sementara untuk 3 emiten tambahan yakni PT Jasa Armada Indonesia, PT Prima Cakrawala Abadi dan PT Campina Ice Cream Industry total dana IPO tahun ini diperkirakan tak sampai Rp 10 triliun.

"Ya kira-kira Rp 10 triliun kurang sedikit lah," tambahnya.

Angka tersebut masih lebih kecil jika dibandingkan dengan total dana IPO di tahun lalu yang mencapai sekitar Rp 12 triliun. Padahal jumlah emiten barunya tak sampai separuh dari tahun yakni hanya 16 emiten baru.

Hal itu menunjukkan bahwa emiten baru tahun ini lebih banyak emiten-emiten kecil. Samsul juga mengakui bahwa emiten baru tahun ini lebih banyak yang nilainya kecil.

"Tapi ini menggambarkan bahwa banyak perusahaan dalam skala menengah dan kecil yang mulai membuka diri. Ini artinya memberi kesempatan untuk menjadi pemilik perusahaan mereka," tuturnya.

Menurut Samsul memang jumlah emiten tidak menentukan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski IHSG tahun ini beberapa kali pecahkan rekor, namun itu lebih disebabkan oleh saham-saham blue chip dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar.

"Kalau perusahaan kecil meskipun dia naik 2 kali lipat tidak mempengaruhi indeks kita. Jadi kalau ingin lihat indeks kuncinya melihat perusahaan-perusahaan yang punya market cap besar," tandasnya.. (zlf/zlf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads