Indosat Bagi Dividen 50 Persen Laba Bersih tahun 2004

Indosat Bagi Dividen 50 Persen Laba Bersih tahun 2004

- detikFinance
Rabu, 08 Jun 2005 16:52 WIB
Jakarta - PT Indosat tbk (ISAT) membagikan dividen sebesar 50 persen dari laba bersih tahun 2004 atau Rp 816,604 miliar. Dividen itu akan dibagikan kepada 5.177.500.000 pemegang saham atau Rp 154,23 per saham pada 15 Juli 2005. Pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen adalah berdasarkan daftar pemegang saham per 1 Juli 2005. Indosat pada tahun 2004 berhasil meraih laba bersih Rp 1,633 triliun.Demikian salah satu hasil RUPS Indosat yang berlangsung di Kantor Pusat Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (8/6/2005).Menurut wadirut Indosat Ng Eng Ho, sisa laba bersih sebesar Rp 16,332 miliar digunakan untuk dana cadangan dan sebagian lainnya digunakan untuk reinvestasi dan modal kerja. Ng Eng Ho menjelaskan, untuk tahun 2005, Indosat akan menganggarkan biaya investasi atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 900 juta. Dana sebesar itu, sebanyak Rp 1,1 triliun telah didapat dari penerbitan obligasi keempat dan obligasi syariah ijarah. Tingginya capex itu tidak harus diperoleh dari dana di pasar, tapi juga menggunakan dana kas internal. Sebanyak 80 persen investasi itu dialokasikan untuk seluler dalam rangka mengembangkan coverage, kapasitas dan memperbaiki kualitas jaringan. "Ini dilakukan supaya bisa berkompetisi dan tumbuh lebih baik," kata Ho.Dalam RUPS itu juga disetujui mengangkat Hasnul Suhaimy sebagai dirut yang posisinya kosong sejak 30 September tahun lalu. Direksi lainnya tidak mengalami perubahan kecuali Sutrisman yang sebelumnya direktur corporate services Indosat, tidak diangkat lagi.Sedangkan dua senior vice president masuk ke jajaran direksi yakni Johny Swandy Sjam menggantikan Hasnul Suhaimy dan S. Wimbo S Hardjito. Direksi lainnya adalah Wahyu Wijayadi (direktur telekomunikasi tetap dan MIDI Indosat), Wityasmoro (direktur pengembangan bisnis Indosat), Raymon Tan (direktur network operation and quality management), Wong Heang Tuck dan Joseph Chan (direktur teknologi).Sedangkan jajaran komisaris tidak mengalami perubahan kecuali Umar Rusdi digantikan oleh Setiyanto P. Santosa dan Muhammad Ikhsan digantikan Soeprapto. Komisaris utama dijabat Peter Seah Lim Huat, komisaris adalah Lee Theng Kiat, Sio Tat Hiang, Sum Soon Lim, Roes Aryawijaya. Komisaris independen adalah Lim Ah Doo, Eva Riyanti Hutapea dan Soeprapto. Menurut salah satu pejabat BUMN yang menghadiri RUPS, keputusan soal pengangkatan Hasnul sudah ditetapkan tim penilai akhir pada Selasa (7/6/2005) pukul 22.00 WIB. Namun kementerian BUMN masih menyimpan erat nama itu karena khawatir pada detik-detik terakhir mengalami perubahan.Sementara nama Arwin Rasyid yang dikabarkan meraih nilai tertinggi berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan sepertinya sudah mengetahui bahwa dirinya tidak akan terpilih menjadi dirut. Ini terlihat dari tidak hadirnya Arwin dalam RUPS. Kabar yang beredar, Arwin mendapat tentangan dari salah satu menteri. RUPS juga memutuskan pemberian renumerasi bagi direksi dan komisaris independen masa kerja tahun 2005. Khusus untuk renumerasi komisaris besarnya total mencapai Rp 14,197 miliar, dan bonus Rp 3,623 miliar. Sedangkan untuk Dirut mendapat renumerasi sebesar Rp 8,295 miliar, wakil dirut sebesar Rp 6,254 miliar dan bonus Rp 2,578 miliar. Jajaran direksi mendapat renumerasi masing-masing Rp 5,650 miliar dan bonus Rp 1 miliar. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads