Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini stagnan. Dolar AS berada di posisi Rp 13.57p dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.577.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 7,735 poin (0,13%) ke level 6.111,684 di tengah penguatan pasar saham Asia. Aksi jual asing membuat IHSG sulit bergerak ke atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, terpangkas 30,621 poin (0,50%) ke level 6.088,798. setelah terkena tekanan jual. IHSG terpangkas 30 poin siang tadi.
Posisi tertinggi yang sempat diraih IHSG hari ini ada di level 6.120,727 sebelum akhirnya jatuh ke zona merah. Posisi terendahnya hari ini di level 6.083,195.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (18/12/2017), IHSG naik 14,544 poin (0,24%) ke level 6.133,963. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,569 poin (0,54%) ke level 1.035,674.
Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 243,295 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 277.785 kali dengan volume 12,872 miliar lembar saham senilai Rp 6,876 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 196 turun, dan 110 saham stagnan.
Bursa-bursa regional hingga pagi hari ini rata-rata balik arah ke teritori positif. Hanya pasar saham Singapura yang masih melemah.
Berikut situasi bursa-bursa Asia hingga siang ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 348,55 poin (1,55%) ke level 22.901,77.
- Indeks Hang Seng menguat 202,30 poin (0,70%) ke level 29.050,41.
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,79 poin (0,05%) ke level 3.267,92.
- Indeks Straits Times berkurang 3,63 poin (0,11%) ke level 3.413,31.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 500 ke Rp 9.750, Metropolitan Kentjana (MKPI) turun Rp 300 ke Rp 36.100, Bayan (BYAN) turun Rp 300 ke Rp 10.500, dan Mayora (MYOR) turun Rp 240 ke Rp 2.260. (ang/ang)











































