Teror Bom Ganggu Iklim Investasi
Kamis, 09 Jun 2005 00:35 WIB
Jakarta - Ancaman dan teror bom yang marak akhir-akhir ini telah mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Pariwisata Indonesia pun terganggu."Hal ini terbukti dengan adanya travel warning yang kembali diberlakukan AS. Selain iklim investasi, pariwisata tentunya terganggu. Maka dari itu seharusnya masalah keamanan secepatnya ditangani secara tuntas."Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela Munassus Kadin di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/6/2005).Mengenai hasil kunjungan kerjanya bersama Presiden SBY ke Jepang, dijelaskan dia, tercipta kesepakatan kedua negara untuk negosiasi Economic Partnership Agreement (EPA)."Negosiasinya akan membahas penurunan bea masuk yang akan diturunkan bertahap selama 5-10 tahun. Produk yang akan diproteksi Jepang antara lain beras, produk kayu, dan fishery," tutur Mari.Kelebihan EPA dengan free trade area dengan negara lainnya, papar dia, Jepang memasukkan technical and economic cooperation. Indonesia mengincar investasi Jepang untuk mengembangkan produksi dalam negeri, sehingga supporting industries berkembang.Mari mencontohkan printer Epson yang 80 persennya diproduksi Indonesia. Hasil produknya bukan hanya dijual ke Jepang, tapi juga ke seluruh dunia.
(sss/)











































