Penguatan IHSG itu disinyalir lantaran adanya fenomena window dressing atau aksi dari para manajer investasi yang mempercantik portofolionya.
Namun diprediksi puncak fenomena window dressing adalah hari ini. Itu artinya sisa perdagangan saham 3 hari di tahun ini 27-29 Desember 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, bukan berarti tidak ada peluang untuk mendulang cuan di hari-hari terakhir tahun ini. David menilai saham-saham di lapis kedua masih patut diperhatikan.
"Saya rasa nanti saham di lapis kedua agak lebih ramai. Saham lapis kedua akan lumayan lebih ramai dibanding yang big cap," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (22/12/2017).
David merekomendasikan saham-saham seperti PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Pakuwon Jati Tbk.
Sementara untuk strateginya, david menyarankan agar investasi jagka pendek. Itu artinya keluar jika sudah ada margin keuntungan dari saham yang dibeli.
Sementara setelah tahun baru diperkirakan perdagangan saham sepanjang Januari juga masih akan sepi. Sebab para manajer investasi masih belum menentukan strategi investasinya.
"Itu Januari efek namanya. Biasanya perdagangannya turun karena fund manager belum menentukan strateginya," ujarnya.
David memprediksi IHSG di akhir tahun akan bertengger di kisaran 6.150-6200. Tidak akan ada pergerakan berarti dalam sisa 3 hari perdagangan minggu depan. (dna/dna)











































