Ini adalah rekor tiga hari berturut yang dicatatkan IHSG sejak hari Kamis pekan lalu. Hari Kamis (21/12) IHSG mencetak rekor di 6.113,653.
Berselang sehari, tepatnya pada Jumat (22/12) IHSG mencetak rekor lagi di 6.221,013. Dan hari ini cetak rekor lagi di 6.277,166. Apa faktor pendorongnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transaksi yang tipis lebih memudahkan untuk menaikan transaksi. Volume transaksinya kan kecil sehingga dengan dana yang enggak terlalu besar akan dengan mudah menaikan harga sahamnya," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Rabu (27/12/2017).
Menurut Al Fatih, di sela-sela libur Natal dan Tahun Baru ini investor lokal cenderung mendominasi. Meskipun hari ini investor asing tercatat melakukan aksi beli di semua pasar sebesar Rp 386,04 miliar.
"Sebagian besar lokal, karena asing masih liburan.lokal masih lebih rajin," tuturnya.
Sementara Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, keputusan Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari BBB-/Outlook Positif menjadi BBB/Outlook Stabil pada 20 Desember 2017, juga ikut memepengaruhi.
"Katalis positifnya adalah kenaikan rating surat utang Indonesia dari lembaga Fitch dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil. Selain itu, aksi window dressing juga terjadi dalam rangka menciptakan pertumbuhan kinerja portofolio yang positif," imbuhnya.
Al Fatih yakin IHSG masih bisa tembus ke level 6.300 meski menyisakan 2 hari waktu perdagangan. Sementara Nafan melihat target resistance terdekat di level 6.298. (dna/dna)











































