OSO Securities: IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6,235-6,300

OSO Securities: IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6,235-6,300

OSO Securities - detikFinance
Kamis, 28 Des 2017 08:55 WIB
OSO Securities: IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6,235-6,300
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pada hari Rabu (27/12), IHSG melanjutkan penguatan dengan berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi baru sepanjang sejarah di level 6,277.17. Hampir seluruh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, dimana sektor keuangan dan perkebunan memimpin kenaikan masing-masing sebesar 1.77% dan 1.37%. Saham-saham yang menjadi penggerak indeks yakni : BBRI, BMRI, BDMN, ELSA, dan UNTR.

Pasca Libur Natal nampaknya tidak menyurutkan aksi beli pelaku pasar Asing maupun Domestik. Mengutip data Bloomberg, Asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 208.42 miliar.

Adanya aksi netbuy tersebut menunjukkan optimisme pasar yang begitu kuat akan keadaan bursa saham Domestik serta perekonomian Indonesia, dimana hingga periode 27 Desember 2017 IHSG telah mencatatkan kenaikan sebesar 18.51% (YTD) lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar 12.75% (YTD).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, banyaknya katalis positif dari dalam negeri seperti pengurangan beban keuangan negara (cost of fund) serta perkiraan pertumbuhan ekonomi ditahun depan dikisaran 5.1%-5.4% turut menjadi penggerak indeks pada hari Rabu pekan ini.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam teritori positif pada perdagangan semalam (27/12). Dow Jones menguat 0.11% ke level 24,774.30, S&P naik 0.08% ke level 2,682.62 dan Nasdaq terangkat 0.04% ke level 6,939.34. Jelang beberapa hari penutupan tahun 2017, pelaku pasar optimis akan potensi pertumbuhan ekonomi global tahun depan. Hampir seluruh bursa saham di Dunia ditutup dalam zona hijau yang diindikasikan dengan indeks MSCI Global yang naik 0.22%, dimana indeks tersebut merefleksikan pergerakan bursa saham di 42 negara.

Selain itu, Indeks MSCI di bursa Asia-Pasifik juga ditutup menguat 0,24%, Indeks pan-European FTSEurofirst 300 berakhir naik 0,03% dan bursa saham emerging terangkat 0,51%. Sementara itu, pasar komoditas tembaga rally 1.61% ke Level US$ 7,240 per metrik ton mendukung ekspektasi penguatan ekonomi global di tahun 2018.

Adapun logam tersebut digunakan sebagai proxy untuk pertumbuhan ekonomi, dimana tembaga digunakan untuk bahan mesin teknologi serta jaringan listrik dan
konstruksi.

IHSG kembali cetak rekor tertinggi (All time high) ke level 6,227.17 (+0.90%). Candlestick ditutup bullish fullbody dengan volume turun. Stochastic dan RSI berada di area overbought serta MACD bergerak positif.

IHSG sudah tembus resistance harmonic di fibonacci retracement 161.8% dan berpotensi menuju level fibonacci retracement 216.8%. IHSG diperkirakan bergerak terbatas kecenderungan melemah di kisaran 6,235-6,300. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads