Rekor Baru, IHSG Tembus 6.300

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 28 Des 2017 16:42 WIB
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat di akhir perdagangan. Menutup perdagangan sore ini, IHSG menembus level 6.300 tepatnya di 6.314 yang merupakan level tertinggi sepanjang masa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah tipis. Dolar AS berada di posisi Rp 13.563 sama dengan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.560.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,275 poin (0,08%) ke level 6.282,441. Sedangkan Indeks LQ45 naik 1,351 poin (0,13%) ke 1.064,385.

Membuka perdagangan, Kamis (28/12/2017), IHSG menguat 4,214 poin (0,07%) ke level 6.281,380. Indeks LQ45 juga menguat tipis 0,149 poin (0,01%) ke level 1.063,183.

Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG menguat 3,018 poin (0,18%) ke level 6.280,184. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,357 poin (0,03%) ke level 1.062,677.

Melanjutkan laju positif, IHSG parkir di zona hijau siang ini. IHSG naik 14,906 poin (0,24%) ke 6.292,072. Indeks LQ45 menguat 1,989 poin (0,19%) ke 1.065,023.

Penguatan IHSG tak terbendung hingga tembus rekor di akhir perdagangan. IHSG naik 36,880 poin (0,59%) ke 6.314,046. Indeks LQ45 menguat 7,311 poin (0,69%) ke 1.070,345.

IHSG bergerak cukup volatile hari ini, namun berhasil perkasa di akhir perdagangan. Posisi tertinggi yang sempat dihinggapi IHSG berada di 6.314,046 dan terendah di 6.259,608.

Perdagangan saham hari ini terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 293.348 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 25,2 miliar lembar saham senilai Rp 12 triliun.

Tujuh dari 10 sektor saham menguat dan sisanya melemah. Saham sektor infrastruktur naik paling tinggi sebesar 1,41%. Sebanyak 175 saham menguat, 169 saham melemah dan 127 saham stagnan.

Indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam teritori positif pada perdagangan semalam (27/12). Dow Jones menguat 0.11% ke level 24,774.30, S&P naik 0.08% ke level 2,682.62 dan Nasdaq terangkat 0.04% ke level 6,939.34.

Jelang beberapa hari penutupan tahun 2017, pelaku pasar optimis akan potensi pertumbuhan ekonomi global tahun depan. Hampir seluruh bursa saham di Dunia ditutup dalam zona hijau yang diindikasikan dengan indeks MSCI Global yang naik 0,22%, di mana indeks tersebut merefleksikan pergerakan bursa saham di 42 negara.

Selain itu, Indeks MSCI di bursa Asia-Pasifik juga ditutup menguat 0,24%, Indeks pan-European FTSEurofirst 300 berakhir naik 0,03% dan bursa saham emerging terangkat 0,51%.

Bursa-bursa Asia sore ini rata-rata bergerak di zona positif. Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 melemah 127,230 poin (0,56%) ke level 22.783,980.
  • Indeks Hang Seng menguat 266,051 poin (0,90%) ke level 29.863,711.
  • Indeks Komposit Shanghai naik 20,600 poin (0,63%) ke level 3.296,380.
  • Indeks Straits Times naik 7,430 poin (0,22%) ke level 3.399,100.
Saham-saham yang sore ini naik signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 1.000 ke Rp 21.550, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 400 ke Rp 21.925, Solusi Tunas Pratama (SUPR) naik Rp 400 ke Rp 6.400 dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 81.750.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 975 ke Rp 6.025, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 540 ke Rp 3.610, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 325 ke Rp 20.450 dan Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 325 ke Rp 7.400. (dna/ang)