Menurut Analis Recapital Asset Management Kiswoyo Adi Joe, instrumen investasi saham dan reksadana tahun ini masih cukup menjanjikan. Meskipun tahun ini banyak yang bilang sebagai tahun politik.
"Sebetulnya saham dan reksadana itu masih menjanjikan. Karena Pilkada serentak juga membuat ekonomi masih jalan," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Kamis (4/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan putaran uang yang bergerak lebih banyak dari pada biasanya, hal itu akan memacu bursa saham bergerak lebih tinggi lagi.
"Semester 1 di tahun 2018 kami melihatnya sebagai masa paling aman untuk trading atau investasi di bursa saham dibandingkan dengan semester 2 tahun 2018," imbuhnya.
Kiswoyo memprediksi IHSG di tahun ini bisa menembus rekor baru di level 6.500 pada akhir semester I-2018. Namun di akhir 2018 diperkirakan akan berada dalam rentang 6.200-6.300.
Sementara untuk instrumen investasi obligasi dianggap kurang menarik. Sebab dengan adanya kenaikan peringkat dari S&P dan Fitch Ratings membuat yield obligasi turun.
"Jadi masih lebih baik saham dan reksadana. Kalau reksadana lebih baik campuran," tukasnya.
Kiswoyo juga memperkirakan, kondisi perekonomian Indonesia akan lebih baik tahun ini. Sebab kondisi pasar modal dianggap sebagai potret perekonomian suatu negara.
"Kemarin IHSG kita sudah naik kencang, IHSG itu gambaran ekonomi 6 bulan ke depan. Pertumbuhan ekonomi kita bisa 5,2-5,3%," tandasnya. (dna/dna)
