Kenaikan signifikan pada sektor pertambangan terjadi seiring meningkatnya konflik di negara Produksi utama minyak dunia (Iran). Konflik tersebut mengakibatkan kekhawatiran pasar akan pasokan minyak sehingga mendorong kenaikan harga komoditas tersebut naik secara signifikan di atas level US$ 60
per barel.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 263.38 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi 0.39% ke level Rp 13,422.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow Jones menguat 0.61% ke level 25,075.13, S&P naik 0.40% ke level 2,723.99, dan Nasdaq terangkat 0.18% ke level 7,077.92. Mayoritas saham Blue chip menguat di antaranya Wells Fargo (WFC.N) naik 1.3% , JPMorgan Chase (JPM.N) dan Goldman Sachs (GS.N) terangkat 1.4%. Adapun penguatan saham "Blue Chip" tersebut dikarenakan Optimisme pasar menantikan laporan keuangan emiten yang diekspektasikan lebih tinggi.
IHSG ditutup dengan candle bullish setelah menyentuh moving average periode 13,34. Stochastic, RSI bergerak netral dan MACD histogram bergerak ke arah negatif serta adanya peningkatan volume tipis. IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas di kisaran 6,214 - 6,314. (zlf/zlf)











































