Follow detikFinance
Jumat, 05 Jan 2018 19:25 WIB

Mau Bangun LRT Rp 405 T, Saham Ratu Prabu Masih Gocap

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ardan Adhi/detikFinance Foto: Ardan Adhi/detikFinance
Jakarta - PT Ratu Prabu Energi Tbk telah menghadap Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Perusahaan yang bergerak di investasi migas ini berencana akan membangun Light Rail Transit (LRT) sepanjang 400 km di Jakarta dengan biaya Rp 405 triliun.

Seiring dengan merebaknya pemberitaan tersebut, nama perusahaan pun banyak diperbincangkan. Dengan angka yang fantastis itu seharusnya bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham perusahaan yang memiliki kode ARTI itu.

Saham ARTI hari ini diperdagangkan sebanyak 300 kali dengan volume 137.282 lot dan nilai transaksinya mencapai Rp 659,1 juta. Meski begitu saham ARTI masih betah di level paling dasar Rp 50 alias gocap.

Sepanjang hari ini kebanyakan transaksi saham ARTI dilakukan di pasar reguler. Ada beberapa transaksi di pasar nego namun di level Rp 45.

Sahamnya ARTI pertama kali diperdagangkan di pasar modal RI pada 30 April 2003 dengan penjamin emisi efek PT Harumdana Sekuritas. Perusahaan melepas 95 juta lembar saham biasa dengan harga penawaran Rp 650.

Sejak dicatatkan saham ARTI terus menurun. Bahkan pada Mei 2015 saham ARTI sempat anjlok ke level Rp 75. Namun setelah itu saham ARTI terus naik setelah perseroan melakukan right issue.

Namun pada kuartal III-2016 saham ARTI kembali dalam tren pelemahan. Sampai menyentuh level terendah Rp 50 alias gocap pada November 2016.

Beberapa kali saham ARTI sempat keluar dari level paling dasar itu. Namun pada Februari 2017 saham ARTI kembali ke level gocap dan terlelap di zona itu hingga hari ini.

Ratu Prabu Energi sendiri berdiri pada 31 Maret 1993 dengan nama PT Arona Binasejati. Perusahaan ini dulunya bergerak dalam bidang industri manufaktur wooden furniture, namun setelah 2008 perusahaan ini berganti nama dan kegiatan bisnis di bidang investasi energi migas dan real estate.

Adapun susunan pemegang sahamnya adalah PT Ratu Prabu sebesar 35,354%, DP Bukit Asam sebesar 9,375% dan pemegang saham publik sebesar 55,271%.

Komisaris Utama Ratu Prabu adalah Derek Prabu Maras, sementara menduduki jabatan Komisaris adalah Agus Cahyo Baskoro.

Di jajaran direksi, ada Burhanuddin Bur Maras sebagai Direktur Utama, kemudian ada Gregory Quinn Maras, Gemilang Zaharani dan Iskandarsyah sebagai direktur. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed